https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/issue/feed Jurnal Berita Kesehatan 2022-10-17T03:00:56+00:00 Sri Wahyuni Bahrum Lppm@stikes.gunungsari.id Open Journal Systems <p>Jurnal Berita Kesehatan (JBK) merupakan bagian dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Makassar. JBK merupakan wadah publikasi illmiah untuk peneliti, dosen, dan praktisi kesehatan secara umum. JBK pertama kali diterbitkan dengan ISSN <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2356-1068"><strong>2356-1068</strong></a> Volume 1 No. 1 pada tahun 2014 yang menerbitkan jurnal sebanyak dua kali dalam setahun. Awal JBK saat belum bergabungnya dua nama yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan dan Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar. Saat pertama kali, JBK dibawah naungan STIKPER pada tahun 2014 dan beralih menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari pada bulan Agustus 2019. Saat ini artikel yang diterbitkan oleh JBK telah dilakukan telaah bersama teman sejawat yang memiliki keahlian yang relavan.</p> https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/81 GAMBARAN KEBIASAAN MAKAN WANITA PRAKONSEPSI DI 10 PUSKESMAS DI KABUPATEN BANGGAI 2022-07-24T14:29:31+00:00 Dian Kurniasari Yuwono dian_ywno@yahoo.com Djadid Subchan djadidsubchan1@gmail.com Sukmawati sukmawatiintandm@gmail.com Nitro Galenso nitrogalenso@gmail.com <p>Menurut Riset Kesehatan Dasar dari tahun 2013 sampai tahun 2018, kecepatan penurunan prevalensi stunting nasional tidak cukup massif. Untuk mempercepat upaya tersebut, salah satu sasaran intervensi &nbsp;adalah wanita prakonsepsi. Masa prakonsepsi merupakan masa yang sangat penting dalam siklus hidup manusia, bahkan masa prakonsepsi ditengarai dapat mempengaruhi status gizi anak hingga dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kebiasaan makan wanita prakonsepsi di 10 Puskesmas lokus percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Banggai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode cros-sectional pada 390 wanita prakonsepsi di 10 Puskesmas di wilayah Kabupaten Banggai. Variabel yang diamati adalah frekuensi makan dari 5 jenis/golongan makanan dimana frekuensi makan setiap jenis/golongan makanan dikategorikan ke dalam 4 kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita prakonsepsi di 10 wilayah Puskesmas di Kabupaten Banggai mengonsumsi makanan pokok, lauk hewani dan sayur hijau sebanyak minimal 2 kali sehari, dan mengonsumsi lauk nabati 2-4 kali per minggu, serta mengonsumsi produk susu dan olahannya kurang dari 1 kali per bulan. Dengan hasil ini, hendaknya program intervensi stunting yang sasaran utamanya adalah wanita prakonsepsi dapat diformulasikan sesuai dengan karakteristik kelompok wanita tersebut.</p> 2022-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Dian Kurniasari Yuwono, Djadid Subchan, Sukmawati, Nitro Galenso https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/70 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN NAPAS AKUT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BONTOSIKUYU KAB. KEPULAUAN SELAYAR 2022-06-07T13:26:40+00:00 Abubakar Betan abubakar_betan@yahoo.com badaruddin badaruddin ubadar249@gmail.com <p>Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah proses inflamasi yang disebabkan oleh virus, bakteri atipikal (mikoplasma), atau aspirasi substansi asing yang melibatkan semua bagian saluran pernapasan. Saluran pernapasan atas (Jalan napas atas) terdiri dari hidung, faring, laring. Saluran pernapasan bawah terdiri dari bronkus, bronkiolus, dan alveoli. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, dan sikap masyarakat dengan&nbsp; kerjadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada bmasyarakat di wilayah kerja puskesmas Bontosikuyu Kab.Kepulauan Selayar. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang memiliki keluarga yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada bulan Desember 2017 yang berkunjung ke puskesmas Bontosikuyu, dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 46 responden sesuai dengan kriteria inklusi dengan penentuan sampel menggunakan metode purpossive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner, hasil diolah dan dianalisis menggunakan komputer program microsoft excel dan program statistik SPSS dengan uji chi square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Dari hasil bivariat menunjukkan bahwa tingkat pengetahun (ρ = 0,002), dan sikap (ρ = 0,001) sehingga ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan pencegahan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah kerja puskesmas Bontosikuyu Kab. Kepulauan Selayar</p> 2022-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Abubakar Betan, badaruddin badaruddin https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/79 PENGARUH PENGGUNAAN ALAT BANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN BER-KB TERHADAP PEMILIHAN KONTRASEPSI INTRA UTERIN DEVICE (IUD) PADA IBU POST PARTUM 2022-06-30T19:40:17+00:00 Nur Partiwi nurpartiwi23@gmail.com <p>Alat Bantu Pengambilan Keputusan ber-KB (ABPK) merupakan media yang dapat digunakan saat konseling KB, berisi informasi yang jelas dan akurat tentang semua jenis kontrasepsi salah satunya kontrasepsi jangka panjang yaitu IUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling keluarga berencana (KB) menggunakan alat bantu pengambilan keputusan ber-KB (ABPK) terhadap pemilihan kontrasepsi <em>Intra Unterin Device</em> (IUD) pada ibu post partum. Penelitian ini merupakan merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan <em>cross sectional </em>yang dilakukan di wilayah kerja puskesmas bontomarannu dengan jumlah sampel sebanyak 32 ibu post partum yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu 16 responden diberi konseling KB menggunakan ABPK dan 16 responden diberi konseling KB menggunakan buku KIA. Analisis yang digunakan yaitu uji <em>chi square</em>. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 81.25% responden yang diberi konseling menggunakan ABPK memilih kontrasepsi IUD dan sebanyak 18.75% tidak memilih IUD. Sementara responden yang diberi konseling KB menggunakan buku KIA sebanyak 25% memilih IUD dan 75% tidak memilihIUD. Dengan demikian makan penggunaan alat bantu pengambilan keputusan ber-KB mempengaruhi pemilihan kontrasepsi IUD pada ibu post partum</p> <p> </p> 2022-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Nur Partiwi https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/77 PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP PENURUNAN NEUROPATIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR 2022-06-29T14:43:50+00:00 Dg Mangemba embastikper@gmail.com abdullah abdullah abdullah8987@gmail.com Alfrida Samuel Ra'bung alfridarabung@gmail.com Yuli Admasari admasariyuli@gmail.com <p><strong>Banyak penderita DM yang tidak memahami pelaksanaan perawatan kaki <em>(foot self care) </em>atau senam kaki dengan rutin, mengakibatkan peningkatan kasus amputasi pada penderita DM yang mengalami kaki diabetes dan Neuropatik. Tujuan penelirian ini adalah mengalisis pengaruh senam kaki terhadap neuropatik pada penderita DM tipe 2 di RSUD Labuang baji Makassar. Desain penelitian menggunakan pre eksperimental <em>one group pre and post test design</em>. Populasi penderita DM tipe 2 di RSUD Labuang Baji Makassar sejumlah 59 responden dengan <em>pruposive sampling </em>ditetapkan 32 responden sebagai sampel. Variabel independent adalah senam kaki dan variaber dependen adalah neuropatik. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi MNSI dan MDNS. Analisis menggunakan uji Fishte Exact sign dr test. Hasil penelitian sebelum dilakukan senam kaki sebagian besar mengalami masalah neuropatik sedang dan sebagian kecil&nbsp; dan sebagian kecil mengalami neuropatik berat, setelah dilakukan senam kaki&nbsp; sebagian besar menjadi neuropatik ringan yaitu 11 responden (34,3 %) sebagian kecil menjadi neuoropatik sedang yaitu&nbsp; 13 responden (40,6%) dan sebagian kecil yaitu 8 responden (25,0 %), tidak mengalami perubahan neuropatik berat&nbsp; uji Fishte Exact sign r testp (0,003) &lt;0,05 maka Ha diterima. Adapun kesimpulannya yaitu ada pengaruh senam kaki terhadap neuropatik pada penderita DM tipe 2 di RSUD Labuang Baji Makassar.</strong></p> 2022-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Dg Mangemba, abdullah abdullah https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/73 HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN SUMBER AGES DENGAN LINGKAR PERUT MAHASISWA STIKES WIDYA NUSANTARA PALU 2022-06-17T16:32:47+00:00 Nurdiana nurdiana@stikeswnpalu.ac.id Lilik Sofiatus Solikhah nurdiana@stikeswnpalu.ac.id <p>Kebiasaan makan mahasiswa yang cenderung mengonsumsi makanan sumber <em>Advanced Glycation Endproducts</em> (AGEs) dan tinggi lemak berdampak pada meningkatnya rasio lingkar perut yang berujung pada obesitas sentral. AGEs merupakan salah satu penyebab terjadinya stres oksidatif dan gangguan metabolik diantaranya obesitas sentral. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan antara kebiasaan makan sumber AGEs dengan lingkar perut mahasiswa STIKes Widya Nusantara Palu. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>cross sectional study</em>. Populasi target dalam penelitian adalah semua mahasiswa STIKes Widya Nusantara Palu. Sampel penelitian berjumlah 85 mahasiswa usia 17-21 tahun yang dipilih secara <em>purposive sampling</em>. Data karakteristik mahasiswa diperoleh dengan cara wawancara. Data kebiasaan makan sumber AGEs diperoleh dengan metode <em>Food Frequencies Questionnaire</em> (FFQ) konsumsi pangan selama sebulan terakhir. Data lingkar perut&nbsp; diperoleh dengan pengukuran langsung menggunakan pita pengukur. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 49,4% mahasiswa sering mengonsumsi makanan sumber AGEs dan 24,7% mengalami obesitas sentral. Ada hubungan positif signifikan antara kebiasaan makan sumber AGEs dengan lingkar perut&nbsp; (p=0,038). Mahasiswa yang sering mengonsumsi makanan sumber AGEs berisiko mengalami obesitas sentral.</p> 2022-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Nurdiana, Lilik Sofiatus Solikhah https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/82 The Effect of Range Of Motion Exercises on the Upper Extremity With Rubber Ball Grip Against Muscle Strength Stroke Patients (Literature Study) 2022-07-27T08:05:53+00:00 imelda appulembang imeldaappulembang@gmail.com I Made Sudarta imeldaappulembang@gmail.com <p>Background: Stroke is an acute neurological function disorder caused by a sudden disturbance of cerebral blood circulation (within a few seconds) or quickly (within a few hours) symptoms and signs arise according to the focal area in the brain that is disturbed. This occurs when the blood supply to part of the brain stops. The World Health Organization (WHO) in 2016 said that stroke was ranked second as a non-communicable disease that caused death. Stroke is also the third leading cause of disability worldwide. The prevalence of stroke in Indonesia based on the diagnosis of health workers or symptoms is 7% and increased in 2018 by 10.9%. Problems related to immobilization conditions in stroke patients are stated as nursing diagnoses. The main nursing diagnosis in accordance with the problem of immobilization in stroke patients is impaired physical mobility. One form of physiotherapy to restore muscle strength is Range Of Motion (ROM). Research Objectives: To determine the management of ROM and rubber ball grip exercises in stroke patients with impaired physical mobility. Research Methods: This is a literature study that summarizes several theoretical references and journals related to the theme. Results: From the eight articles, it showed that there was an effect on increasing muscle strength after ROM exercises and hand-held exercises with rubber balls. Conclusion: From these eight articles, it was shown that ROM exercises and hand-held exercises with rubber balls were effective in increasing muscle strength in stroke patients.</p> 2022-09-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 imelda appulembang, I Made Sudarta https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/71 STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DENGAN NYERI PUNGGUNG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANREAPI 2022-06-13T13:12:26+00:00 Sry Wahyuni Sry sriwahyuni11111989@gmail.com Niar Niar sriwahyuni11111989@gmail.com Maskia Maskia sriwahyuni11111989@gmail.com <p>Berbagai masalah yang timbul pada kehamilan trimester II dan III merupakan masalah psikologis sering dikeluhkan pada ibu hamil, seperti kecemasan dan nyeri. Diantara keluhan tersebut, nyeri punggung bawah yang paling umum dilaporkan, terjadi pada 60%-90% ibu hamil, dan salah satu penyebab angka kejadian persalinan sesar. Nyeri punggung bawah (Low Back Pain) adalah suatu sindroma nyeri yang terjadi pada punggung bagian bawah sebagai akibat dari pengaruh gravitasi tubuh yang berpindah ke depan, gangguan ini ditemukan pada ibu hamil. Tujuan studi kasus untuk melakukan asuhan kebidanan pada Ibu Hamil Ny A Primigravida dengan Nyeri Punggung di Puskesmas Anreapi. Metode studi kasus menggunakan pendekatan Studi kasus asuhan kebidanan yaitu SOAP (Subjktif Objektif Analisa Penatalaksanaan) pada Ny A primigravida tanggal 1 Juli - 10 Juli 2021 . Hasil Asuhan Kebidanan yaitu asuhan yang dilakukan pada Ny A “G1 P0 A0, Gestasi 37 minggu 2 hari, dengan Nyeri punggung yaitu cara memposisikan tidur miring kiri, rajin melakukan senam hamil 2 kali seminggu dan komprs hangat dapat mengurangi nyeri punggung ibu hamil. Simpulkan bahwa Asuhan kebidanan dilaksanakan pendekatan dengan pendokumentasian SOAP tidak ditemukan kesenjangan pada data Subjektif dan objektif, pada akhirnya data terkumpul dapat disimpulkan analisa dan penatalaksanaan sejalan teori. Diharapkan penyedia layanan kesehatan melampirkan brosur kehamilan dan penyuluhan ataupun sosialisasi tentang fisiologis kehamilan dan upaya dalam menangani ketidaknyamanan yang dialami yang akan terjadi..</p> 2022-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Sry Wahyuni Sry, Niar Niar, Maskia Maskia https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/80 THE CORRELATION BETWEEN MOTHER’S PARENTING AND NUTRITIONAL STATUS OF UNDER-FIVE CHILDREN AT POSYANDU JINTEN 11 BUMIJO VILLAGE IN THE WORKING AREA OF PUSKESMAS JETIS 2022-07-15T16:14:18+00:00 winda dwi puspita windadwi0693@gmail.com Andi Syarifah Irmadani Irmhadani0117@gmail.com Andi Arlina arlinaandi66@gmail.com <p><em>The prevalence of nutritional status based on weight-for-height (W/H) in Yogyakarta indicate that the prevalence of nutritional status of under-five children is very thin (2.6%) and thin (6.5%) (Ministry of Health, 2012). The role of mother as a caregiver and educator for the child in the family may affect the growth and development of the child. In the course of time, the child needs basic necessities such as food, health care, protection, housing and affection. Results of a preliminary study at Posyandu Jinten 11 indicated the prevalence of nutritional status of under-five children with overnutrition (7.58%), well-nourished (65.15%) and undernutrition </em><em>(27.27%) and all mothers took care of their under-five children fully without working outside the home. This research is a descriptive analytical research with cross sectional approach. The population was all children aged 1-5 years. Sampling employed purposive sampling with a sample size of 57 respondents. Data were collected using questionnaires and Health Cards (KMS). Data were analyzed using Chi Square. Most respondents were elementary education graduates (45.6%), mostly under-five children were 48-59 months (45.6%), and most under-five children were male (66.7%). Parenting style was mostly poor (59.6%), while nutritional status was mostly good (87.7%). There was no correlation between mother’s parenting and nutritional status of under-five children, with p value of 0.197&gt; 0.05. There is no correlation between mother’s parenting and nutritional status of under-five children at Posyandu Jinten 11 Bumijo Village in the Working Area of Puskesmas Jetis.</em></p> 2022-08-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 winda dwi puspita, Andi Syarifah Irmadani, Andi Arlina https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/78 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DENGAN PERILAKU PREVENTIF CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) DI KELUARAHAN JONGAYA KOTA MAKASSAR 2022-06-30T12:56:01+00:00 musaidah musaidah musaidahidah@yahoo.com Rosdiana Syakur rosdianaary@gmail.com Irma Andrianys iirmaa29@gmail.com Normalia Normalia nersnormalia@yahoo.co.id Harlina Harlina harlinal86@gmail.com <p>Pandemi <em>Coronavirus&nbsp; Disease</em> 2019 (COVID-19)&nbsp;&nbsp; yang&nbsp;&nbsp; disebabkan&nbsp;&nbsp; oleh virus SARS-CoV-2(<em>Severe&nbsp; Acute&nbsp; Respiratory&nbsp; Syndrome Coronavirus-2</em>) merupaka&nbsp; salah satu kejadian yang mengancam kesehatan masyarakat secara umum&nbsp;&nbsp; dan menjadi perhatian diseluruh dunia. Badan kesehatan dunia WHO (<em>World Health Organization</em>) telah menetapkan pandemi <em>Coronavirus Disease</em> 2019 (COVID-19)&nbsp;&nbsp; sebagai&nbsp; keadaan&nbsp; darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian dunia internasional. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan tindakan preventif <em>Coronavirus&nbsp; Disease</em> 2019 (COVID-19) di Keluarahan Jongaya Kota Makassar. Desain penelitian menggunakan <em>cross sectional study</em>. Populasi 15.678 lalu digunakan rumus slovin untuk mendapat jumlah sampel minimal. 44 responden sebagai sampel. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan tindakan preventif Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di keluarahan Jonyaya Kota Makassar dengan nilai p=0,000. Dan untuk nilai perlaku mendapatkan nilai &nbsp;p = 0,002. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu adanya hubungan antara &nbsp;tingkat pengetahuan dan perilaku maskyarakat terhadap tingkat preventif masyarakat pada pencegahan covid-19.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> 2022-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 musaidah musaidah, Rosdiana Syakur https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/76 HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN RUPTUR PERINEUM PADA PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH RURAL 2022-06-29T13:51:19+00:00 Rachmi Nurul Hidayat Hafid rachmi_nurul@poltekkes-mks.ac.id <p style="font-weight: 400;"><strong>ABSTRAK </strong></p> <p style="font-weight: 400;">Ruptur perineum adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi dengan menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Ruptur perineum dapat disebabkan oleh paritas, jarak kelahiran dan berat badan bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dengan ruptur perineum pada primigravida di wilayah rural. Jenis penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah 282 ibu yang melahirkan dan mengalami ruptur perineum tingkat I, tingkat II, tingkat III, tingkat IV di Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang Kabupaten Pangkep.Teknik pengambilan sampel yaitu dengan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ruptur perineum derajat I sebesar 29,8%, derajat II sebesar 35,1%, derajat III sebesar 20,5% dan derajat IV sebesar 14,6%. Data dianalisis menggunakan <em>chi-square</em> dan didapatkan hasil <em>p value</em> 0,002 &lt; 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan ruptur perineum pada primigravida di wilayah rural.</p> <p style="font-weight: 400;">Kata kunci: Berat badan lahir, ruptur perineum, primigravida</p> <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> <p style="font-weight: 400;"><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p style="font-weight: 400;"><em>Perineal rupture is an injury to the birth canal that occurs at the time of the baby's birth using or not a tool. Perineal rupture can be caused by parity, birth spacing and baby weight. The purpose of this study was to determine the relationship between birth weight and perineal rupture in primigravida at rural area. This type of research uses a descriptive survey method. The sample in this study were 282 mothers who gave birth and experienced perineal rupture at level I, level II, level III, level IV at the RSUD Batara Siang Kabupaten Pangkep. The sampling technique is total sampling. The results showed that the level I of perineal rupture was 29.8%, level II was 35.1%, level III was 20.5% and level IV was 14.6%. The data were analyzed using chi-square and the results obtained p value 0.000 &lt;0.05, which means that there is a relationship between birth weight and perineal rupture in primigravida at rural area.</em></p> <p style="font-weight: 400;"><em>Keywords: Birth weight, perineal rupture, primigravida</em></p> 2022-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Rachmi Nurul Hidayat Hafid https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/84 ANALISIS SANKSI PIDANA MALPRAKTEK DOKTER DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA 2022-10-17T03:00:56+00:00 syamsul Bachri syamsul.bachri@uit.ac.id Nurnaeni Nurnaeni nurnaeni@stikes.gunungsari.id <p>Malpraktek medis menjadi sebuah isu yang belakangan terus dibicarakan di tengah masyarakat, mengapa tidak karena hal menyangkut masalah hajat hidup manusia, penilaian dan kritik oleh masyarakat adalah upayah untuk memberikan koreksi terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter kepada pasiennya, bahwa dengan demikian malpraktek kerap terjadi dikalangan masyarakat (pasien), pasien memiliki hak dan kewajiban yang dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu bilamana terjadi malpraktek maka harus dibuktikan yang didasarkan atas terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana malpraktik yang terjadi, malparaktek yang terjadi dalam penanganan pasien harus benar-benar terjadi sehingga bukan menjadi tuduhan semata, sehingga perbuatan malpraktek dapat tuntut pidana sebagaimana perbuatannya, pemidanaan atau sanksi terhadap pelaku malpraktek menjadi tolak ukur kehati-hatian perawat atau dokter didalam menangani pasiennya.</p> <p>Tujuan penelitian dilaksanakan guna meningkatakan pemahaman dan pengetahuan tentang sanksi malpraktek bidang kedokteran. Bahwa dengan sanksi pidana atas malpraktek ini dapat menjadi tolak ukur kehati-hatian atas pelayanan kesehatan baik dokter, perawat bidang, staf maupun pasien itu sendiri, karena malpraktek adalah hal yang menakitkan bagi setiap pasien disaat menerima pelayanan kesehatan dari tenagan medis, dokter dan para tenaga kesehatan lainnya.</p> <p>Bahan dan metode penelitian ini adalah&nbsp; penelitian&nbsp; pustaka&nbsp; atau&nbsp; library&nbsp; research&nbsp;&nbsp; yaitu dengan menjadikan bahan pustaka sebagai sumber data utama, artinya data-data yang akan dikumpulkan&nbsp; berasal dari kepustakaan,&nbsp; baik berupa buku,&nbsp; ensiklopedi,&nbsp; jurnal, kitab perundang-undangan&nbsp; dan lain-lainnya yang masih ada keterkaitan dengan permasalahan&nbsp; yang dikaji. Penelitian&nbsp; ini bersifat deskriptif-analistik dan pendekatan yang digunakan adalah normatif-yuridis yaitu pendekatan&nbsp; yang bertujuan mendekati masalah&nbsp; dengan Kitab Undang-Undang&nbsp; Hukum&nbsp; Pidana&nbsp; sebagai dasar hukum yang berlaku dalam hukum positif Indonesia, serta asas-asas hukum yang berlaku dalam hukum&nbsp; positif.&nbsp; Dalam&nbsp; metode&nbsp; pengumpulan&nbsp; data penyusun&nbsp; menggunakan&nbsp; metode dokumentasi dengan mengumpulkan&nbsp; data-data&nbsp; dari buku, kitab perundang-undangan buku, kitab, jurnal, dan karya ilmiah lain yang mendukung penelitian tentang sanksi malpraktek medik.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kejadian malpraktek harus ditindak berdasarkan hukum yang berlaku karena tindakan dokter yang mengakibatkan&nbsp; kerugian bagi pasien baik berupa luka, cacat, atau kematian, dokter kurang menguasai IPTEK kedokteran yang umum berlaku di kalangan profesi kedokteran,&nbsp; dokter&nbsp; memberikan&nbsp; pelayanan&nbsp; kedokteran&nbsp; di&nbsp; bawah&nbsp; standar&nbsp; profesi, dokter melakukan kelalaian yang berat atau memberikan pelayanan yang tidak hati-hati. Pengaturan&nbsp; hukum positif di Indonesia&nbsp; belum ada yang secara jelas&nbsp; dan rinci mengatur tindak pidana malpraktek medik, namun ada beberapa undang-undang yang mengatur&nbsp;&nbsp; tindak&nbsp; pidana&nbsp;&nbsp; di&nbsp; bidang&nbsp; kesehatan&nbsp;&nbsp; yang&nbsp; bisa&nbsp; dikategorikan&nbsp;&nbsp; sebagai malpraktek,&nbsp; di antaranya&nbsp; adalah&nbsp; KUHP,&nbsp; Undang-Undang&nbsp; Nomor&nbsp; 29&nbsp; Tahun&nbsp; 2004 tentang&nbsp; Praktik&nbsp; Kedokteran,&nbsp; dan Undang-Undang&nbsp; Nomor&nbsp; 36 Tahun&nbsp; 2009&nbsp; tentang Kesehatan.</p> <p>Kesimpulan bahwa dengan memberikan sanksi pidana terhadap pelaku malpraktek, akan menjadikan pelayanan kesehatan jauh lebih meningkat dan semakin lebih baik, dokter dan tenaga kesehatan lainnya semakin mengedepankan tindakan professionalisme, maka dengan demikian malpraktek tidak dibenarkan didalam dunia kedokteran, olehnya itu pelayanan kesehatan terhadap pasien dilakukan baik oleh dokter, perawat, bidang, maupun staf, harus benar-benar menggunakan alat streril, obat yang tepat tidak kadaluarsa dan menangani pasien terkontrol secara teratur dan tepat waktu.</p> 2022-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 syamsul Bachri, Nurnaeni Nurnaeni https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/72 The HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PADA BALITA YANG MENGAKIBATKAN STUNTING DI WILAYAH UPT PUSKESMAS ULAWENG 2022-06-16T21:33:07+00:00 Arfan Arfan Nur arfan.nur2309@gmail.com Nurul Annisa`` nannisa144@gmail.com <p><em>Stunting is one of the failures to achieve physical development as measured by height for age</em> <em>Objective:</em><em> The purpose of this study was to determine the relationship between supplementary feeding (PMT) to toddlers that resulted in stunting at the UPT Puskesmas Ulaweng, Ulaweng District. Methods: This study uses a correlation analytic research method, which aims to analyze the relationship between parental knowledge and supplementary feeding (PMT) in stunting toddlers, by describing a number of variables. The research used is correlation analysis with a cross sectional approach, meaning that the measurement of variables is only done once at a time. The population in this study were all children under five who were categorized as stunting in the UPT Puskesmas Ulaweng Kec. Ulaweng. So that the number of samples is determined as many as 15 people. Results: The results showed that there was a relationship between parental knowledge of the provision of supplementary food (PMT) to stunting toddlers at UPT Puskesmas Ulaweng, with the results of the chi square test statistical test obtained p-value = 0.018 P &lt; 0.05, there was a relationship between giving Supplementary food (PMT) given to stunting toddlers at UPT Puskesmas Ulaweng, with the results of the chi square test statistic, p-value = 0.038 P &lt;0.05. Conclusion: There is a relationship between parental knowledge and supplementary feeding (PMT) in stunting toddlers.</em></p> 2022-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Arfan Arfan Nur, Nurul Annisa``