Hubungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal Dengan Kenaikan Tinggi Badan Pada Balita Stunting Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Jeruklegi Ii Tahun 2024

Authors

  • Mega Kusuma Puskesmas Jeruklegi II Kabupaten Cilacap, Indonesia
  • Khamidah Achyar Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58294/jbk.v17i1.264

Keywords:

supplementation, stunting, toddlers, height gain

Abstract

Data WHO tahun 2022 menyebutkan bahwa 21,2% atau sekitar 148.1 juta balita usia dibawah 5 tahun di dunia mengalami stunting. Indonesia menduduki peringkat ketiga diantara negara-negara di Asia dengan angka stunting sebesar 21.6%. Prevalensi angka stunting di Jawa Tengah masih terbilang tinggi, yakni berada diangka 24,5%. Kabupaten Cilacap menempati urutan kesembilan stunting dengan presentase 18.5%  diantaranya terdapat 125 balita stunting di Wilayah kerja Puskesmas Jeruklegi II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal dengan kenaikan tinggi badan pada balita stunting usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jeruklegi II. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan desain retrospektif dengan tipe cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 124 balita stunting. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan diperoleh 54 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar cheklist. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari rekam medik Puskesmas Jeruklegi II di melalui aplikasi EPPBGM. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi chi square dengan taraf signifikan 95%. Hasil uji statistik chi square diperoleh nilai p-value 0,000< 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal dengan kenaikan tinggi badan pada balita stunting usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jeruklegi II, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal dengan kenaikan tinggi badan pada balita stunting usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jeruklegi II

References

Andarwulan, S., & Hubaedah, A., 2020. Pencegahan Stunting Balita Melalui Emotional Demonstration “Jadwal Makan Bayi dan Anak” di Kelurahan Siwalankerto Kecamatan Wonocolo Kotamadya Surabaya. Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 119-124

Achadi, E. L., Achadi, A., & Aninditha, T. (2020). Pencegahan stunting, pentingnya peran 1000 Hari Pertama Kehidupan. Raja Grafindo Persada.

Apriliani, 2024. Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Terhadap Status Gizi Balita Stunting : Systematic Review. Media informasi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.20(2)

Akombi, B. J., Agho, K. E., Hall, J. J., Merom, D., Astell-Burt, T., & Renzaho, A. M. N. (2017). Stunting and severe stunting among children under-5 years in Nigeria: A multilevel analysis. BMC Pediatrics, 17(15), 1–16. https://doi.org/10.1186/s12887016-0770-z

Asydhad. 2020. Waspada Gizi Balita Anda. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo

Aritonang, E.A. et al., 2020. Analisis pengeluaran pangan, ketahanan pangan dan asupan zat gizi anak bawah dua tahun (BADUTA) sebagai faktor risiko stunting. Journal of nutrition college, 9(1), pp.71–80.

Asydhad, L.A. dan Mardiah. 2020. Kebutuhan Gizi untuk Balita. PT Agro Media Pustaka. Tangerang.

Conf, I. O. P. 2023. “Percepatan Penurunan Stunting Daerah Istimewa Yogyakarta Semester 2 Tahun 2023.” 06(03):290–99.

Dinkes Jawa Tengah. (2023). Profil kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2023. Semarang: Dinkes Jateng

Dinkes Kabupaten Cilacap. 2023. Profil Kesehatan Kabupaten Cilacap. Cilacap : Dinkes Cilacap

García Cruz, L. M., González Azpeitia, G., Reyes Súarez, D., Santana Rodríguez, A., Loro Ferrer, J. F., & Serra-Majem, L. (2017). Factors associated with stunting among children aged 0 to 59 months from the central region of Mozambique. Nutrients, 9(5),

Fajar, dkk. 2022. Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Pada Status Gizi Balita Puskesmas Citeras Kabupaten Garut. Nutrition Journal. 1(1)

Fitriah, A. D., Permatasari, L. i, & Wardin, I. (2021). Hubungan herilaku keluarga sadar gizi (Kadarzi) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Wangunharja kecamatan Jamblang kabupaten Cirebon. Jurnal Kesehatan. 4(2), 32– 46. 6 Januari 2023.

Hadju, VA, SK Basri, Ulfa Aulia, and PA Mahdang. 2023. “Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Terhadap Perubahan Status Gizi.” Gema Wiralodra 14(1):105–11.

Hoddinott, J. et al. (2019) ‘Prevalence and Determinants of Child Undernutrition and Stunting in Semiarid Region of Brazil’, American Journal Clinic Nutrition, 98(5), pp. 1170–1178.

Irwan, Mery T, Sunarto Kadir, Lia Amalia. 2020. “Efektivitas Pemberian Pmt Modif Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Peningkatan Status Gizi Balita Gizi Kurang Dan Stunting.” Journal Health and Science ; Gorontalo Journal Health & Science Community 4:59–67

Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta : Kemenkes RI

Kemenkes RI. 2021. Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Buletin Jendela Duta dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

Kemenkes RI.2020. Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Buletin Jendela Duta dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

Khairani, S. M. (2020). situasi stunting di Indonesia . Jakarta: pusat data dan informasi kementrian kesehatan RI

Krisdayanti, Wike. (2021). Pemanfaatan Aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Untuk Meningkatkan efektivitas Pelayanan BPJS Kesehatan Di Kota Medan. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Kusharisupeni. 2019. Peran Status Kelahiran Terhadap Stunting Pada Bayi. J. Kedokt. Trisakti 23, 73–80

Mahmudi. (2020). Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta:Andi.

Napitupulu, D. M. (2018). Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Balita 3-5 Tahun Di Puskesmas Kelurahan Harjosari 1 Kecamatan Medan Amplas Tahun 2018. Hilos Tensados, 1, 1–476

Nawangsari, Ertien Rining, Zafiratul ’Izzah, Ananda Salsabila, Firda Fitri Soeliyono, and Berlianda Khisbatul Ifadah. 2023. “Implementasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Dan Kegiatan Penyuluhan Gizi Sebagai Penunjang Pencegahan Stunting Desa Pabean.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) 4(3):1865–72.

Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta

Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan (P. P. Lestari (ed.); Edisi 5). Salemba Medika.

Putri RA, Sulastri S, Apsari NC. Pemanfaatan Potensi Lokal Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Ijd-Demos. 2022;5(1).

Rahayu, Atika dkk. 2019. Stunting dan Upaya Pencegahannya. Yogyakarta: CV Mine

Sodiaotomo (2019). Karakteristik Balita. Yogyakarta: Nuha Medika

Soekirman, Martianto. 2019. Hubungan Pola Asuh Makan dan Kesehatan Dengan Status Gizi Balita di Desa Mulya Harja. Jurnal Media Gizi dan Keluarga 29(2): 29-39.

Sofais DAR, Sianipar BK, Darmawansyah D. Pengaruh Kearifan Pangan Lokal Suku Rejang terhadap Penanganan Stunting Baduta di Bengkulu Utara. J Keperawatan Silampari. 2019;3(1):201–10. SSGI. 2022. “Hasil Survei Status Gizi Indonesia.” Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 1–99.

Suksesty, dkk. 2020. Efektifitas Program Pemberian Makanan Tambahan Menggunakan Kombinasi Jus Kacang Hijau Dan Telur Ayam Rebus Terhadap Perubahan Status Gizi Stunting Di Kabupaten Pandeglang. Indonesian Midwife Journal.3 (2)

Sugiyono, 2020. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Supariasa, D. N., & Purwaningsih, H. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di kabupaten malang . E-jurnal Inovasi dan Pembangunan Daerah

TNP2K. 2020. 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). 1st ed. Jakarta: Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia

UNICEF. State of the World’s Children 2019: Children, Food and Nutrition.; 2019.

Uripi, Vera.(2021). Menu Sehat Untuk Balita. Jakarta: Puspa Swara.

WHO. 2022. Child Stunting World Health Statistics data visualizations dashboard. World Health Organization

Widyaningsih, N. N., Kusnandar, K., & Anantanyu, S. (2018). Keragaman pangan, pola asuh makan dan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 7(1), 22– 29. https://doi.org/10.14710/jgi.7.1.2229

Published

05-07-2025

How to Cite

Kusuma, M., & Achyar, K. (2025). Hubungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal Dengan Kenaikan Tinggi Badan Pada Balita Stunting Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Jeruklegi Ii Tahun 2024. Jurnal Berita Kesehatan, 18(1), 220–234. https://doi.org/10.58294/jbk.v17i1.264

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.