Evaluasi Pelaksanaan Inspeksi Rumah Sehat Dalam Penanggulangan Tuberculosis (TBC) Di Puskesmas Borong Kabupaten Manggarai Timur

Authors

  • Fransiska Blaang STIKES Widyagama Husada Malang, Indonesia
  • Irfany Rupiwardani STIKES Widyagama Husada Malang, Indonesia
  • Misbahul Subhi STIKES Widyagama Husada Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58294/jbk.v18i2.307

Keywords:

Evaluasi, Inspeksi Kesehatan Rumah, Tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosisi dan masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional. Penyakit Tuberkulosis sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti ventilasi udara, pencahayaan, kepadatan hunian, sanitasi, dan kebersihan rumah. Oleh karena itu, strategi penanggulangan TBC tidak hanya dilakukan secara medis, tetapi juga melalui intervensi kesehatan lingkungan yang bertujuan untuk mengurangi risiko penularan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan inspeksi rumah sehat dalam penanggulangan Tuberkulosis di Puskesmas Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih secara purposive sampling yang terdiri atas petugas kesehatan lingkungan, kepala Puskesmas serta tenaga kesehatan terkait. Analisa data  dengan CIPP menggunakan model interaktif melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas Borong masih fluktuatif dan cukup tinggi. Dukungan sumber daya manusia dinilai cukup memadai, namun pelatihan teknis khusus inspeksi rumah sehat bagi tenaga kesehatan lingkungan masih terbatas. Sarana dan prasarana sudah tersedia, tetapi belum lengkap, dan pendanaan belum dialokasikan secara khusus. Pelaksanaan inspeksi telah dilakukan secara rutin, meskipun frekuensinya masih rendah dan tindak lanjut hasil inspeksi belum optimal. Perbaikan yang di sarankan meliputi peningkatan kapasitas melalui pelatihan teknis, peningkatan frekuensi pelaksanaan kegiatan inspeksi, penyediaan pendanaan khusus, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

References

Aep Nurul Hidayah. (2018). Sistem Pembiayaan Kesehatan. Magna Medica: Berkala Ilmiah Kedokteran Dan Kesehatan, 2(4), 57. https://doi.org/10.26714/magnamed.2.4.2018.57-70

Afrina, Y. (2023). Faktor lingkungan dengan kejadian tuberculosis paru. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 15(1), 1–21.

Damayanti, E. (2023). Identifikasi Bakteri Tahan Asam pada Sampel Sputum Menggunakan Metode Pewarnaan Kinyoun Gabbet Identification of acid-fast bacteria in sputum samples using the kinyoun gabbet staining method. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(1), 294–298. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i1.1181

Fadhilah, N., Ifa Nofalia, Ro’isah, Enny Virda Yuniarti, Nunuk Sri Purwanti, & Yuly Abdi Zainurridha. (2025). Revolusi Kesehatan Global: “Strategi Inovatif Dan Intervensi Holistik Untuk Eliminasi Tuberkulosis.” https://repository.nuansafajarcemerlang.com/publications/591656/revolusi-kesehatan-global-strategi-inovatif-dan-intervensi-holistik-untuk-elimin

Gilson, L., & Dlamini, J. (2019). Health policy and systems research: A global perspective. The Lancet Global Health , 7 (1), e10–e11. 7, 2019.

Green, L. (2019). Health Program Planning: An Educational and Ecological Approach . McGraw-Hill Education. 2019.

Kementerian Kesehatan, 2025. (2025). Surat Edaran Nomor : HK.02.02/C/348/2025 Tentang Arahan Strategis Program Penanggulang Tuberkulosis (TBC) Dalam Ranka Pencapaian Program Hasil Terbaik Cepat Tahun 2025. 1–8.

Manalu, H., Sunarsih, E., & Misnaniarti. (2023). Keberhasilan Pelaksanaan Penanggulangan Tuberculosis Di Indonesia. Jurnal Kesehatan, 14(1), 29–034. http://ejurnal.stikesprimanusantara.ac.id/

Muhammad Riza, M. Sutaja. (2024). Integrasi Teori Behavioral Dalam Edukasi Kesehatan Untuk Perubahan Prilaku Pada Sekolah Tinggi Kesehatan Mataram.

Putri, S. N., Novrikasari, N., & Zulkarnain, M. (2021). Evaluasi Pelaksanaan Program TBC MDR di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(2), 529. https://doi.org/10.33087/jiubj.v21i2.1301

Rizki, I. L. M. Z. (2024). Literature review: faktor risiko lingkungan kejadian tuberkulosis. Journal of Public Health Innovation, 4(02), 476–483. https://doi.org/10.34305/jphi.v4i02.1097

Siregar, I. R., Ginting, M., & Pane, H. F. (2021). Gambaran Basil Tahan Asam Pada Penderita Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist), 16(1), 65–71. https://doi.org/10.36911/pannmed.v16i1.985

Suiz, A. M. D., Hadipranoto, I., Afriansya, R., & Rosidah, U. (2024). Pengaruh Penambahan Amonium Klorida Pada Pemeriksaan Ziehl Neelsen Terhadap Jumlah Basil Tahan Asam. Jurnal Medika, 9(2), 44–50. https://doi.org/10.53861/jmed.v9i2.473

Supriyanto, B. (2020). Monitoring dan Evaluasi Program Kesehatan Lingkungan . Surabaya: Airlangga University Press. 2020.

WHO. (2023). Global Tuberkulosis report 2023. In January: Vol. t/malaria/ (Issue March).

WHO. (2021). Global Tuberculosis Report 2021.

Published

01-12-2025

How to Cite

Blaang, F., Rupiwardani, I., & Subhi, M. (2025). Evaluasi Pelaksanaan Inspeksi Rumah Sehat Dalam Penanggulangan Tuberculosis (TBC) Di Puskesmas Borong Kabupaten Manggarai Timur. Jurnal Berita Kesehatan, 18(2), 43–52. https://doi.org/10.58294/jbk.v18i2.307