Pengaruh Usia Lanjut terhadap Kesehatan Lansia

Authors

  • Sumarni Sumarni Fakultas Kesehatan, Institut Teknologi dan Kesehatan Mahardika, Cirebon, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58294/jbk.v18i2.312

Keywords:

Usia Lanjut, Lansia, Kesehatan, Penyakit Degeneratif, Kualitas Hidup

Abstract

Usia lanjut merupakan fase kehidupan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisiologis, psikologis, dan sosial yang secara bertahap dapat memengaruhi status kesehatan secara menyeluruh. Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskular, muskuloskeletal, imunologis, hingga fungsi kognitif, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit degeneratif dan gangguan kronis lainnya. Selain itu, perubahan hormon, penurunan massa otot, berkurangnya kepadatan tulang, serta penurunan kapasitas metabolik turut memperburuk kondisi kesehatan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia lanjut terhadap kondisi kesehatan lansia di wilayah Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 100 responden lansia yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner status kesehatan, wawancara terstruktur, serta pemeriksaan tekanan darah dan kemampuan mobilitas dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin bertambah usia, semakin tinggi prevalensi penyakit degeneratif seperti hipertensi (58%), osteoartritis (43%), gangguan mobilitas (22%), depresi ringan hingga sedang (29%), dan diabetes mellitus (35%). Temuan tersebut memperlihatkan bahwa faktor usia memiliki kontribusi besar terhadap penurunan kesehatan fisik dan mental lansia. Selain aspek biologis, perubahan psikososial seperti penurunan peran sosial, meningkatnya rasa kesepian, berkurangnya dukungan keluarga, serta stres akibat perubahan fungsi tubuh turut berdampak pada penurunan kualitas hidup. Kondisi ini menegaskan pentingnya intervensi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang berkelanjutan melalui layanan kesehatan geriatri, edukasi gaya hidup sehat, peningkatan aktivitas fisik, serta dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan dan program kesehatan lansia yang lebih komprehensif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.

References

Badanas, L. A., & Esteban, M. (2023). Aging and chronic disease progression in Southeast Asia. Journal of Global Public Health, 18(2), 145–156.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik penduduk lanjut usia Indonesia. BPS.

Cruz-Jentoft, A. J., Bahat, G., & Bauer, J. (2019). Sarcopenia: Revised European consensus on definition and diagnosis. Age and Ageing, 48(1), 16–31.

Fernandez, A., & Liu, Q. (2025). Post-pandemic challenges in elderly wellness management. Global Journal of Public Health Innovation, 5(1), 11–22.

Holt-Lunstad, J., Smith, T. B., & Layton, J. B. (2015). Social relationships and mortality risk. Perspectives on Psychological Science, 10(2), 227–237.

Indrawati, N., & Sulastri, D. (2021). Prevalence of osteoarthritis among older adults. Jurnal Kesehatan Gerontologi, 5(1), 23–30.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia 2020. Kemenkes.

Lee, S. H., & Park, J. (2022). Mobility decline and functional health in elderly populations. Geriatric Medicine, 14(3), 201–210.

Martinez, R., & Gomez, L. (2024). Depression in older adults: A global overview. International Journal of Mental Health Studies, 12(1), 33–48.

Rahman, A., & Putri, S. (2023). Hypertension management among Indonesian elderly. Indonesian Journal of Clinical Health, 9(4), 301–309.

Rowe, J. W., & Kahn, R. L. (1997). Successful aging. The Gerontologist, 37(4), 433–440.

Siregar, M. (2020). Hubungan usia dan hipertensi pada lansia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 89–94.

Tanaka, K. (2023). Lifestyle factors affecting aging outcomes. Asian Journal of Aging Research, 4(2), 88–99.

Yamada, T., & Cho, H. (2024). Cognitive aging and urban health disparities in older adults. Journal of Aging Science, 17(1), 55–67.

Wahyuni, R. (2022). Faktor psikososial yang mempengaruhi kesehatan mental lansia. Jurnal Psikologi dan Kesehatan, 7(1), 45–53.

World Health Organization. (2021). World report on ageing and health. WHO.

World Health Organization. (2021). Mental health of older adults. WHO.

Published

01-12-2025

How to Cite

Sumarni, S. (2025). Pengaruh Usia Lanjut terhadap Kesehatan Lansia. Jurnal Berita Kesehatan, 18(2), 74–79. https://doi.org/10.58294/jbk.v18i2.312

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.