Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Wus Menggunakan Metode Kontrasepsi Di Desa Punan Bengalun Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau

Authors

  • Nilta Nilta Program Studi Sarjana Kebidanan, Indonesia
  • Risnawati Risnawati Program Studi Sarjana Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda, Indonesia
  • Sucita Tripertiwi Program Studi Sarjana Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda, Indonesia
  • Dwi Hartati Program Studi Sarjana Kebidanan, ITKES Wiyata Husada Samarinda, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58294/jbk.v19i1.388

Keywords:

Akses Pelayanan, Dukungan Suami, Kontrasepsi, Minat, Pengetahuan.

Abstract

Latar Belakang: Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya strategis dalam pengendalian jumlah dan jarak kelahiran guna meningkatkan kesejahteraan keluarga serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Meskipun program KB telah lama digalakkan, tingkat penggunaan metode kontrasepsi pada Wanita Usia Subur (WUS) di beberapa wilayah terpencil masih tergolong rendah, termasuk di Desa Punan Bengalun Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Dari 56 WUS yang memiliki pasangan, hanya 6 orang (10,7%) yang menjadi akseptor KB. Rendahnya minat penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pengetahuan WUS, akses kepelayanan kesehatan, serta dukungan suami. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat WUS menggunakan metode kontrasepsi di Desa Punan Bengalun Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah 50 WUS, sampel 38 orang menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilakukan pada Desember 2025–Februari 2026. Pengukuran variabel dilakukan menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Likelihood Ratio dan Chi-Square. Hasil: Mayoritas WUS berpengetahuan baik (52,6%), akses kepelayanan sulit (52,6%), dan mendapat dukungan suami cukup mendukung (47,4%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan minat KB (p = 0,000), akses kepelayanan dengan minat KB (p = 0,017), dan dukungan suami dengan minat KB (p = 0,000). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, akses kepelayanan, dan dukungan suami dengan minat WUS menggunakan metode kontrasepsi.

References

Adnani, Q. E. S., Paramita, S., & Sulastri, T. (2025). Intervensi berbasis komunitas dalam peningkatan cakupan KB di wilayah terpencil Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 20(1), 12–23.

Andersen, R. M., & Davidson, P. L. (2023). Improving access to care in America: Individual and contextual indicators. In Changing the U.S. health care system (5th ed., pp. 33–67). Jossey-Bass.

Anggraini, D., Nurhayati, S., & Wulandari, R. (2024). Status ekonomi dan pemanfaatan kontrasepsi modern pada pekerja perempuan Indonesia. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, 15(2), 145–156.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2021). Survei demografi dan kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: BKKBN.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2024). Program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga dalam mendukung SDGs. Jakarta: BKKBN.

BAPPENAS. (2024). Laporan pencapaian SDGs Indonesia 2024. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara. (2025). Profil kesehatan Provinsi Kalimantan Utara tahun 2024. Tanjung Selor: Dinkes Kaltara.

Direktorat Jenderal Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2021). Pedoman nasional pelayanan kedokteran bidang keluarga berencana. Jakarta: Kemenkes RI.

Dita, P. S., Lestari, Y., & Hardisman. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi pada wanita usia subur di wilayah pesisir Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan Andalas, 12(1), 78–87.

Dwiyana Arief, R., Setiawan, A., & Pratiwi, D. (2024). Determinan rendahnya cakupan KB modern di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara: Analisis data sekunder. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine, 5(2), 112–124.

Friedman, M. M. (2023). Family nursing: Research, theory and practice (6th ed.). New York: Pearson Education.

Gandesya, H., & Eny, S. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi modern pada pasangan usia subur: Systematic review. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 15(1), 45–56.

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2023). Health program planning: An educational and ecological approach (5th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Hidayah, N., Fitria, L., & Susanti, H. D. (2021). Peran dukungan suami terhadap pemilihan metode kontrasepsi modern di Kecamatan Banguntapan. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi, 7(2), 89–98.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Rencana pembangunan jangka menengah nasional bidang kesehatan 2020–2024. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Pedoman pelayanan keluarga berencana dalam jaminan kesehatan nasional (Edisi Revisi). Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

Notoatmodjo, S. (2024). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku (Edisi Revisi 2024). Jakarta: Rineka Cipta.

Nuraini, A., & Kurniawati, D. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan minat Wanita Usia Subur (WUS) dalam menggunakan kontrasepsi di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamaju Kabupaten Kendal. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 21(2), 156–167.

Nursia. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan wanita usia subur terhadap program keluarga berencana di Kabupaten Gowa. Jurnal Kesehatan Masyarakat Sulawesi, 11(3), 234–245.

Penchansky, R., & Thomas, J. W. (1981). The concept of access: Definition and relationship to consumer satisfaction. Medical Care, 19(2), 127–140.

Profil Puskesmas Sesua. (2025). Data cakupan program keluarga berencana tahun 2024. Malinau: Puskesmas Sesua.

Putri, S. A., Ananda, R., & Sulastri, D. (2024). Kualitas konseling petugas kesehatan dan pengaruhnya terhadap minat akseptor baru menggunakan KB modern di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 11(1), 34–45.

Rahayu, S., Ningsih, D., & Safitri, R. (2023). Non-penggunaan KB dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya di Indonesia: Mixed methods study. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(1), 67–78.

Rahmawati, I., & Lestari, P. (2023). Hubungan pengetahuan dan sikap wanita usia subur terhadap penggunaan kontrasepsi di Puskesmas Jetis Yogyakarta. Jurnal Maternal Neonatal, 9(1), 23–34.

Ritonga, S. F. (2018). Hubungan pengetahuan dan tingkat pendidikan ibu dengan penggunaan metode kontrasepsi efektif terpilih di Puskesmas Aek Godang Padang Lawas Utara tahun 2018. Jurnal Kesehatan Global, 1(2), 56–63.

Sari, N. P., & Dewi, R. K. (2021). Hubungan faktor aksesibilitas dengan kepatuhan ibu dalam penggunaan kontrasepsi suntik di Kabupaten Sleman. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(1), 45–56.

Sinorita, N. I., Widyawati, M. N., & Anggorowati. (2023). Determinan penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur di Indonesia: Analisis data SDKI 2021. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(2), 112–120.

UNFPA. (2023). State of world population 2023. New York: United Nations Population Fund.

Wardani, D. K., Wijayanti, A. C., & Susilowati, E. (2024). Faktor penentu keputusan ber-KB pada wanita usia subur di daerah terpencil: Literatur review. Indonesian Journal of Health Development, 6(1), 34–47.

World Health Organization (WHO). (2023). Family planning/contraception methods: Fact sheet. Geneva: WHO.

World Health Organization (WHO). (2025). Contraception: Evidence brief for improving access to family planning services. Geneva: WHO.

Zar, F. A. (2021). Hubungan dukungan suami dengan minat ibu hamil dalam pemakaian KB pasca persalinan di Puskesmas

Downloads

Published

30-06-2026

How to Cite

Nilta, N., Risnawati, R., Tripertiwi, S., & Hartati, D. (2026). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Wus Menggunakan Metode Kontrasepsi Di Desa Punan Bengalun Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Jurnal Berita Kesehatan, 19(1), 45–56. https://doi.org/10.58294/jbk.v19i1.388

Issue

Section

Artikel