Strategi Dalam Mengantisipasi Perilaku Kekerasan Seksual Pada Remaja

Strategi Dalam Mengantisipasi Perilaku Kekerasan Seksual Pada Remaja

Authors

  • Nurnainah Nurnainah S1 Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
  • Nurnaeni Nurnaeni S1 Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Keywords:

Strategi Mengantisipasi, Perilaku Kekerasan Seksual, Remaja

Abstract

Dapat diketahui bahwa masih banyak korban kekerasan pada anak, di Provinsi Sulawesi Selatan terdapat sebanyak 617 anak korban kekerasan. Salah satu kekerasan yang paling sering terjadi pada anak adalah kekerasan seksual. Data KPAI tahun 2019 menemukan bahwa kasus kekerasan seksual pada anak banyak terjadi di lingkungan sekolah dan dunia pendidikan, yaitu mencapai 17 kasus dan 89 anak menjadi korban yang terdiri dari 55 orang naak perempuan dan 34 orang anak laki-laki (Joni & Surjaningrum, 2020).

 

Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak dipicu karena masih rendahnya pemahaman pendidikan seksual yang dianggap sesuatu yang tabu dan tidak layak untuk diberikan kepada anak dibawah umur. Akhir-akhir ini marak terjadi kasus kekerasan dan penyimpangan seksual di daerah Kota Makassar salah satunya. Kali ini seorang anak berjenis kelamin pria, berinisial Adiduga menjadi korban kekerasan seksual, tindak asusila oleh tetangganya berinisial G dan banyak kasus yang lainhya. Penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh (Hidaayah & Faeiqah, 2020) dan (Chitsamatanga & Rembe, 2020) bahwa hampir seluruh sampel anak usia sekolah belum memahami bahwa dirinya adalah korban pelecehan seksual.

 

Berdasarkan fakta masalah kekerasan seksual membutuhkan upaya yang benar dan tepat dalam mengatasinya. Oleh karena itu saya bermaksud untuk melakukan edukasi pada siswa sekolah menengah pertama guna mencegah dan menanggulangi kekerasn seksual.

 

Edukasi pengenalan dan pencegahan kekerasan seksual di kalangan remaja khususnya di SMP IslamAr-Raafi telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan rencana. Edukasi ini dilaksanakan dengan pelaksanaan Workshop. Workshop mengenai metode pengenalan organ reproduksi dan pendidikan seks usia remaja pada anak merupakan kegiatan utama yang dilakukan dengan menghadirkan para siswa SMP Islam Ar-Raafi. Workshop dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan para siswa SMP tentang pendidikan seks pada anak. Sebelumnya diberikan pre test melalui kuesioner dan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh narasumber. Setelah penyampaian materi dilanjutkan kembali dengan memberikan post test. Kegiatan ini berlangsung satu hari dari pukul 13.00-16.00.

 

Hasil pre test dan post test menunjukkan bahwa terdapat peningktan rata-rata pengetahuan siswa sebelum dan sesudah workshop diberikan. Kegiatan edukasi kekerasan seksual dan penanggulangannya pada siswa SMP Islam Ar-Raafi dapat diselenggarakan dengan baik, mencapai tujuan dan berjalan dengan lancar. Kegiatan edukasi kekerasan dan penanggulangan seksual Ini mendapat sambutan yang sangat baik oleh pihak sekolah dengan keaktifan peserta mengikuti sosialisasi dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu sosialisasi berakhir.

 

Kata kunci : Strategi Mengantisipasi, Perilaku Kekerasan Seksual, Remaja.

References

Ardi Priyatno Utomo, 2022 Diduga Jadikan Siswi SMP di Gowa Budak Seks, Perwira Polisi Polda Sulsel Ditahan. Kompas. 01 Maret 2022

Awaru, A. O. T., Ahmad, M. R. S., & ... (2022). Edukasi Pencegahan Dan Penanggulangan Kekerasan Seksual Pada Siswa UPT SPF SD Negeri Barombong Kota Makassar. Jurnal Pengabdian …, 3(2), 575–582. http://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/395%0Ahttp://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/download/395/321

Chitsamatanga, B.B., & Rembe, N. S. (20202). School related gender based violence as a violation of children’s rights to education in South Africa: Manifestations, consequences and possible solutions. J Hum Ecol, 69 (1-3), 65-80.

DPR RI. (2016). Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2016 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang. 1–90.

Hidaayah, N., & Faeiqah, R. (2020). The Effect Of Sexual Education Of Prevention Sexual Harassment In Children Age Schools In Sd Darul Ulum Bungurasih Waru Sidoarjo. BASA, 20-21 September 2019, Surakarta, Central Java, Indonesia

Joni, I.D.A.M. & Surjaningrum, E. R. (2020). Psikoedukasi Pendidikan Seks Kepada Guru dan Orang tua Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak. Jurnal Diversita 6 (1), 20-27

Kompas. (2022). Diduga Jadikan Siswi SMP di Gowa Budak Seks, Perwira Polisi Polda Sulsel Ditahan. https://makassar.kompas.com/read/2022/03/01/162512878/diduga-jadikan-siswi-smp-di-gowa-budak-seks-perwira-polisi-polda-sulsel

KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). (2022). Catatan Pelanggaran Hak Anak Tahun 2021 dan Proyeksi Pengawasan Penyelenggaraan Perlindungan Anak Tahun 2022. https://www.kpai.go.id/publikasi/catatan-pelanggaran-hak-anak-tahun-2021-dan-proyeksi-pengawasan-penyelenggaraan-perlindungan-anak-tahun-2022

Downloads

Published

28-02-2023

How to Cite

Nurnainah, N., & Nurnaeni, N. (2023). Strategi Dalam Mengantisipasi Perilaku Kekerasan Seksual Pada Remaja : Strategi Dalam Mengantisipasi Perilaku Kekerasan Seksual Pada Remaja . Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari, 1(1). Retrieved from https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/jpmgs/article/view/106