Penyuluhan Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi : Halusinasi dengan Menghardik di Klinik Kesehatan Mental Avicena Makassar

Authors

  • Abdullah Abdullah S1 Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
  • Susi Susanti S1 Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari
  • Nur Ambiya S1 Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

DOI:

https://doi.org/10.58294/jpmgs.v1i3.145

Keywords:

Halusinasi, Menghardik

Abstract

Halusinasi adalah gangguan penyerapan atau persepsi panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat terjadi pada sistem penginderaan dimana terjadi pada saat kesadaran individu itu penuh dan baik. Maksudnya rangsangan tersebut terjadi pada saat klien dapat menerima rangsangan dari luar dan dari dalam diri individu. Dengan kata lain klien berespon terhadap rangsangan yang tidak nyata, yang hanya dirasakan oleh klien dan tidak dapat dibuktikan. Melalui kegiatan pengabdian ini, pasien diberikan edukasi ataupun penyuluhan mengenai   cara mengontrol halusinasi dengan menghardik. Metode pelaksanaan kegiatan terapi aktivitas kelompok (TAK) pada pasien halusinasi diantaranya menyusun pengorganisasian terapi aktivitas kelompok seperti periapan terapis, peran fungsi terapis, seleksi klien, kontrak waktu, observasi tempat pelaksanaan kegiatan serta alat dan bahan yang diperlukan dan kegiatan berlangsung sesuai jadwal yang sepakati. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan di klinik Kesehatan mental avicena makassar. Kegiatan yang dilaksanakan mendapat respon positif dari tenaga Kesehatan yang ada seperti perawat, dokter, hingga keluarga pasien. pada saat penyuluhan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi berlangsung, terjadi proses interaksi komunikasi yang cukup intensif antara terapis dengan pasien.

References

Arniamantha, D. (2022). Skizofrenia dan Toksoplasmosis. Jurnal Medika Hutama, 3(3), 2585–2591. http://jurnalmedikahutama.com

Karmelia, Y. (2012). Pengaruh terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada klien halusinasi di Ruang Cendrawasih dan Ruang Gelatik RS. Jiwa Prof Hb Saanin Padang.

Keliat, Budi Anna.2004. Keperawatan Jiwa : Terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta : EGC

Kurniawaty, D., Cholissodin, I., & Adikara, P. P. (2018). Klasifikasi Gangguan Jiwa Skizofrenia Menggunakan Algoritme Support Vector Machine ( SVM ). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer (JPTIIK) Universitas Brawijaya, 2(5), 1866–1873.

Nuraeni dkk. (2009). Hubungan aplikasi caring dengan asuhan keperawatan klien dengan halusinasi dengar di RSJ Soeharto Heerdjan.

Pencatatan Rekam Medis RSJD Dr. Amono Gondohutomo Semarang. (2013).

Ragatika, T. (2013). Perbedaan TAK stimulasi persepsi dan stimulasi sensori terhadap kemampuan mengontrol halusinasi : menghardik di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang.

Riskesdas. (2018). Laporan Provinsi Jawa Tengah Riskesdas 2018. In Kementerian Kesehatan RI.

Sepalanita, W., & Khairani, W. (2019). Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok dengan Stimulasi Persepsi terhadap Kemampuan Mengontrol Halusinasi pada Pasien Skizofrenia. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 19(2), 426. https://doi.org/10.33087/jiubj.v19i2.690

Stuart. 2007. Ilmu Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC

Sutinah, S., Harkomah, I., & Saswati, N. (2020). Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi Sensori (Halusinasi) Pada Klien Halusinasi Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan, 2(2), 29. https://doi.org/10.20473/jpmk.v2i2.19972

Yosep, I. (2007). Keperawatan jiwa. Bandung : PT. Refika Aditama.

Downloads

Published

30-09-2023

How to Cite

Abdullah, A., Susanti, S., & Ambiya, N. (2023). Penyuluhan Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi : Halusinasi dengan Menghardik di Klinik Kesehatan Mental Avicena Makassar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari, 1(3). https://doi.org/10.58294/jpmgs.v1i3.145