Hubungan Antara Kelengkapan Riwayat Imunisasi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan
DOI:
https://doi.org/10.58294/jbk.v18i2.283Keywords:
Imunisasi, Balita, StuntingAbstract
Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 162 juta anak balita di dunia mengalami stunting pada tahun 2022. prevalensi stunting di Indonesia tercatat sebesar 21,6%. Di Provinsi Jawa Tengah prevelensi stunting masih berada pada level 20,8% prevalensi stunting di Cilacap meningkat dari 17,6% pada tahun 2022 menjadi 18,5% pada tahun 2023. Salah satu intervensi kesehatan yang penting dalam mencegah stunting adalah imunisasi dasar lengkap Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan riwayat imunisasi dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Desa Sidakaya Puskesmas Cilacap Selatan I. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Desain yang digunakan pada penelitian ini cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 127 balita. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling.Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Koefiesien Kontingensi dengan taraf signifikan 95%. Hasil yang diperoleh adalah karakteristik responden yang berusia 6-12 bulan sebesar 47.2% dan yang berusia 13-24 bulan sebesar 52.8%. Karakteristik responden sebagian besar berjenis kelamin laki laki dengan persentase 65.4% dan sisanya sebesar 34.6% berjenis kelamin perempuan, riwayat imunisasi pada balita di Desa Sidakaya Puskesmas Cilacap Selatan 1 berstatus lengkap dengan persentase 85% dan sebesar 15% balita berstatus riwayat imunisasi tidak lengkap, Kejadian stunting pada balita usia 6-24 bulan di Desa Sidakaya Puskesmas Cilacap Selatan sebesar 11%, Ada hubungan yang cukup kuat antara kelengkapan riwayat imunisasi dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Desa Sidakaya Puskesmas Cilacap Selatan I dengan nilai p value 0.001<0.05 dan nilai koefisien korelasi 0,458.
References
Agustin, R., et al. (2020). Pengaruh imunisasi dasar terhadap kejadian stunting pada anak di Puskesmas Aur. Jurnal Kesehatan Indonesia, 11(4), 54-61.
Anggraeni, M.S., Dewi, M.K., & Ginting, A.S.B.R. (2023). Hubungan imunisasi dasar dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah A. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 9(2),21-28
Aprilia, D., & Tono, S. F. N. (2023). Pengaruh Status Imunisasi Dasar Terhadap Kejadian Stunting Dan Gangguan Perkembangan Balita. Jurnal Kebidanan, 12(1), 66–74. https://doi.org/10.47560/keb.v12i1.496
Berendsen, M., Smits, J., Netea, M. G., & van der Ven, A. 2016. Non-specific Effects of Vaccines and Stunting: Timing May Be Essential. EBioMedicine, 8, 341–348. https://doi.org/10.1016/j.ebiom.2016.05.010
Darmin, Rumaf, F., Ningsih, S. R., Mongilong, R., Goma, M. A. D., & Anggaria, A. Della. (2023). Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi dan Balita. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mapalus, 1(2), 15–21.
Dinas Kesehatan Jawa Tengah. (2022). Begini Upaya Pemprov Jateng Tuntaskan Imunisasi Dasar Balita. https://jatengprov.go.id/publik/begini-upayapemprov-jateng-tuntaskan-imunisasi-dasar-balita/
Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, K. K. R. I. (2022). Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Tahun Anggaran 2022. 1–35.
Erik Purnama Putra. (2023). Angka Stunting di Jawa Tengah Masih di Angka 20,8 Persen. https://news.republika.co.id/berita/rv6z4w484/angka-stunting-dijawa-tengah-masih-di-angka-208-persen
Ernawati A. (2020). Penyebab Balita Stunting di Desa Lokus Stunting Kabupaten Pati Description of the Causes of Toddler Stunting in the Village of Stunting Locus. 16, n. http://ejurnal-litbang.patikab.go.id
Estherina, D., Gustina, E., & Yusnilasari. 2022. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Balita Usia 24–59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Penyandingan Kabupaten OKU Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Saelmakers Perdana (JKSP), 5(1), 154-166.
Green, L. W. (1980). Health Education Planning: A Diagnostic Approach. Mountain View, CA: Mayfield Publishing Company.
Hasanah, N., & Purnamasari, A. (2022). Hubungan imunisasi dasar dengan status gizi anak usia 6-24 bulan di Kecamatan Y. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 10(2), 87-93
Hidayah, S. N., Izah, N., & Andari, I. D. (2020). Peningkatan imunitas dengan konsumsi vitamin C dan gizi seimbang bagi ibu hamil untuk cegah corona di Kota Tegal. Jurnal ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara, 4(1), 170-174.
Ikhlas Tribakti dkk. (2023). Vaksin dan Imunisasi (M. K. Dr. Neila Sulung, N.S., S.Pd. (ed.)). PT GLOBAL EKSEKUTIF TEKNOLOGI.
Johnson, P. L., Kochin, B. F., McAfee, M. S., Stromnes, I. M., Regoes, R. R., Ahmed, R., Blattman, J. N., & Antia, R. (2011). Vaccination alters the balance between protective immunity, exhaustion, escape, and death in chronic infections. Journal of virology, 85(11), 5565–5570. https://doi.org/10.1128/JVI.00166-11
Kemenkes RI. (2023b). Pentingnya Mengukur Status Gizi Anak secara Rutin. 2023. https://ayosehat.kemkes.go.id/pentingnya-mengukur-status-gizi-anaksecara-rutin
Kemenkes RI. (2022). Kepmenkes Rino HK.01.07/MENKES/1928/2022 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting.1-52
Kemenkes RI. (2022a). Laporan Kinerja 2022 Direktorat Pengelolaan Imunisasi.
Kemenkes RI. (2022b). Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bulan Imunisasi Anak Nasional. Kementerian Kesehatan RI, 4(11), 1–57.
Semba, R. D., et al. (2020). The role of immunization in preventing stunting: A review of the evidence. Nutrition Reviews, 78(8), 661-672.
Lia Indria Sari. (2020). Buku Ajar Imunisasi Bayi. CV. MEDIA SAINS INDONESIA.60
Maulana, M. N. (2017). Peran, Petugas Kesehatan, Partisipasi Ibu, Imunisasi Bayi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3, 148–163.
Nasrul, N. (2019). Pengendalian Faktor Risiko Stunting Anak Baduta Di Sulawesi Tengah. PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 131–146. https://doi.org/10.31934/promotif.v8i2.495
Nirmala Sari, R. (2021). Pengaruh Imunisasi Lengkap terhadap Risiko Stunting pada Anak Usia Dini di Kabupaten Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Anak, 10(3), 78-85
Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis. Salemba Medika.
Prendergast, A. J. and J. H. H. (2014). The Stunting Syndrome in Developing Countries. Paediatrics and International Child Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/ PMC4232245/
Putri Retno Asih, - and Nuzulul Kusuma Putri, - (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar di Kabupaten Bojonegoro. Media Gizi Kesmas, 11 (1). pp. 72-78.
Ranuh Et All. (2014). Pedoman imunisasi di Indonesia. Edisi ke-5. IDAI.
Rahayu, A., et al, (2018). Study Guide–Stunting Dan Upaya Pencegahannya Bagi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Yogyakarta, CV Mine.
Rahman, M. I. M. (2024). Hubungan Kelengkapan Riwayat Imunisasi Dasar dengan Kejadian Stunting pada Balita (Studi Observasional Pada Balita usia 12-36 bulan di Wilayah Kerja Puskemas Guntur I Demak). Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Rineka Cipta. Sriatmi, A., Martini, Patriajati, S., Dewanti, N. A. Y., Budiyanti, R. T., & Nandini, N. (2018). Buku Saku: Mengenal Imunisasi Rutin Lengkap. In Fkm-Undip Press.
Rineka Cipta. Supariasa. (2018). Penilaian Status gizi. EGC.
S, I. P., Wijayanti, F., & Saparwati, M. (2021). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-60 Bulan. 35–41.
Sabilu, Yusuf., Rosyanti,Lilin.,& Nasruddin, I.N.,(2023). Stunting.Kendari. Eureka Media Aksara, Mei 2023 Anggota Ikapi Jawa Tengah No. 225/Jte/2021
Soekidjo Notoatmodjo. (2022). Metodologi Penelitian Kesehatan.
Suci Anggraeni, M., Dewi, M. K., & Ginting, A. S. B. R. (2023). Hubungan Imunisasi dengan Status Gizi Balita di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. JurnalGizi dan Kesehatan, 15(1), 45-52.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. (2019). Manajemen Penelitian.
Supariasa, Nyoman. (2014). Penilaian Status Gizi, EGC. Jakarta.
Sutia, M. (N.D.). Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-36 Bulan Di Wilayah Kerja. 200.
Unicef. (2022). Tanoto Foundation dan UNICEF Lanjutkan Kerja Sama demi TurunkanStunting di Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/id/siaran-pers/tanoto-foundation-danunicef-lanjutkan-kerja-sama-demi-turunkan-stunting-di-indonesia
Untung Suseno Sutarjo. (2014). Buku Ajar Imunisasi (Bambang Trim (ed.)). Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan.
Vasera, R. A., & Kurniawan, B. (2023). Hubungan Pemberian Imunisasi Dengan Kejadian Anak Stunting Di Puskesmas Sungai Aur Pasaman Barat Tahun 2021. Jurnal Kedokteran STM (Sains Dan Teknologi Medik), 6(1), 82–90. https://doi.org/10.30743/stm.v6i1.376
Wanda, Y. D., Elba, F., Didah, D., Susanti, A. I., & Rinawan, F. R. (2021). Riwayat Status Imunisasi Dasar Berhubungan Dengan Kejadian Balita Stunting. Jurnal Kebidanan Malahayati, 7(4), 851–856. https://doi.org/10.33024/jkm.v7i4.4727
WHO. (2022). Prevalensi stunting pada anak di bawah usia 5 tahun (%). https://wwwwho-int.translate.goog/data/gho/data/indicators/indicatordetails/GHO/gho-jme-stuntingprevalence?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
Zulfiana, Y. (2022). Peningkatan Pengetahuan Tentang Kebutuhan Nutrisi Pada Ibu Hamil. 1(6), 75–81.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dian Iswari, Sawitri Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.






