Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mahaleta Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku
"Studi Cross-Sectional pada Balita Usia 0–59 Bulan
DOI:
https://doi.org/10.58294/jbk.v18i2.304Keywords:
Karakteristik Ibu, Kejadian Stunting, Sanitasi LingkunganAbstract
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di wiliyah kerja UPTD Puskesmas Mahaleta. Desain penelitian ini analitik observasional dan wawancara dengan pengumpulan data kuantitatif melalui pendekatan case control. Jumlah sampel pada penelitian ini sampel kasus sebanyak 37 ibu balita yang berat badan tidak normal, dan sampel control sebanyak 37 ibu balita yang berat badan normal. Berdasarkan hasil penelitian uji Chi-Square menunjukan ada hubungan antara sarana air bersih dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000). Ada hubungan antara kondisi jamban dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000). Ada hubungan antara kondisi saluran pembuangan air limbah dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,001). Ada hubungan antara kondisi sarana pembuangan sampah dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,021). Ada hubunga antara kondisi tempat fasilitas cuci tangan dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,040). Ada hubungan standar kualitas air bersih yang dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000). Ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000). Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000). Ada hubungan status pekerjaan ibu dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang nutrisi dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,000).
References
Arrizky, d. (2021). Faktor Risiko Kejadian Infeksi Cacingan. Universitas Lampung.
Bahrum, S. W., Hilmiah, & Belasa, S. J. (2023). Pengaruh Health Promotion Model ( HPM ) terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu tentang. XVI(2), 46–52.
Hasanah, S., Handayani, S., & Wilti, I. R. (2021). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan kejadian Stunting Pada Balita di Indonesia (Studi Literatur). Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan, 83-94.
Kemenkes, R. (2020). Tekonologi dan Krisis Air. Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada. Jakarta.
Mariana, R. (2021). Hubungan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro Tahun2021. Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Marliyati, A. (2021). Kolaborasi dan Inovasi Dukung Anak Indonesia Jadi Generasi Emas. Kementerian Sekretarat Wakil Presiden.
Masturoh, & Anggita. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.
Mayasari, E. (2021). Hubungan Air dan Sanitasi dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Candipuro Kabupaten Lampung Sealtan Tahun 2021. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati.
Nisa, dkk. (2021). Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 4-5 Tahun Tinjauan Pada Aspek Kesadaran Diri Anak. Jurnal Anak Usia Dini Holigistik Integratif.
Notoadmodjo, S. (2014). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta.
Paendong, dkk. (2021). Gambaran Sanitasi Lingkungan Pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Kakaskasen Kecamatan Tomohon Utara Kota Kota Tomohon Tahu 2021. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Safira, D. A. (2022). Hubungan Penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana.
Septi, d. (2021). Sanitasi Penyediaan Air Bersih dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana Universitas Respati Yogyakarta.
Siswati. (2018). Stunting - Bonus Demografi yang Merugikan Negara. Husada Mandiri Poltekkes Kemenkes.
Yolanda, dkk. (2023). Analisis Sanitasi Lingkungan Masyarakat di kelurahan Tembilahan Kota Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rivel Radja Lede, Beni Hari Susanto, Tiwi Yuniastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.






