Peran Self-Efficacy Dalam Pelaksanaan Komunikasi SBAR Perawat Di RSUD Labuang Baji Makassar

Authors

  • Noyumala Noyumala Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Indonesia
  • Nurnainah Nurnainah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Indonesia
  • Kordianus Rana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58294/jbk.v19i1.375

Keywords:

Komunikasi SBAR, self-efficacy, Perawat, Keselamatan Pasien

Abstract

Latar Belakang: Kegagalan komunikasi klinis masih menjadi salah satu penyebab utama insiden keselamatan pasien. Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) merupakan metode komunikasi terstruktur yang mendukung kejelasan handover dan keselamatan pasien, namun pelaksanaannya dapat dipengaruhi oleh self-efficacy perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan self-efficacy dengan pelaksanaan komunikasi SBAR pada perawat di RSUD Labuang Baji Makassar. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik cross-sectional ini dilaksanakan pada Desember 2025–Februari 2026. Sampel penelitian berjumlah 135 perawat yang dipilih dengan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, self-efficacy, dan pelaksanaan komunikasi SBAR. Nilai validitas instrumen berkisar 0,377–0,999 dan reliabilitas Cronbach’s alpha 0,607–0,998. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (88,9%), berusia 31–40 tahun (71,9%), berpendidikan Ners (49,6%), bekerja di ruang rawat inap (63,0%), dan memiliki masa kerja 6–10 tahun (54,1%). Mayoritas responden memiliki self-efficacy sedang (41,5%), sedangkan pelaksanaan komunikasi SBAR didominasi kategori kurang (42,2%). Uji Spearman Rho menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dan pelaksanaan komunikasi SBAR (p = 0,001) dengan korelasi positif lemah (r = 0,296). Kesimpulan: Semakin tinggi self-efficacy, semakin baik pelaksanaan komunikasi SBAR, meskipun hubungannya lemah. Diperlukan pelatihan SBAR, supervisi, standardisasi handover, dan dukungan sistem untuk meningkatkan komunikasi klinis dan keselamatan pasien.

References

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control (Vol. 604). Freeman.

Diel, M. M. (2025). Hubungan Self-efficacy dengan Efektivitas Komunikasi SBAR pada Perawat Rumah Sakit Swasta di Tangerang. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing), 6(2), 111–118.

Fajriyah, N., Wijaya, H., Mamesah, M. M., & Marga, I. (2023). Strategi Meningkatkan Komunikasi Efektif dan Keselamatan Pasien dengan SBAR diantara Tim Kesehatan di Rumah Sakit: Tinjauan Sistematis. Journal Of Health Management Research, 2(1), 7–13.

Farzaneh, M., Saidkhani, V., Ahmadi Angali, K., & Albooghobeish, M. (2023). Effectiveness of the SBAR-Based training program in self-efficacy and clinical decision-making of undergraduate anesthesiology nursing students: a quasi-experimental study. BMC Nursing, 22(1), 145.

Gheisari, F., Farzi, S., Tarrahi, M. J., & Momeni-Ghaleghasemi, T. (2024). The effect of clinical supervision model on nurses’ self-efficacy and communication skills in the handover process of medical and surgical wards: an experimental study. Bmc Nursing, 23(1), 672.

Le Blanc, P. M., Schaufeli, W. B., Salanova, M., Llorens, S., & Nap, R. E. (2010). Efficacy beliefs predict collaborative practice among intensive care unit nurses. Journal of Advanced Nursing, 66(3), 583–594.

Lee, Y., Kim, H., & Oh, Y. (2023). Effects of Communication skills and Organisational Communication satisfaction on self-efficacy for handoffs among nurses in South Korea. Healthcare, 11(24), 3125.

Noh, G. O., & Park, M. J. (2022). Effectiveness of Incorporating Situation-Background-Assessment-Recommendation (SBAR) methods into simulation-based education for nursing students: A quasi-experimental study. Nurse Education Today, 109, 105252.

Organization, W. H. (2010). Framework for action on interprofessional education and collaborative practice. World Health Organization.

Organization, W. H. (2023). Engaging patients for patient safety: advocacy brief. World Health Organization.

Pazar, B., Kavakli, O., Ak, E. N., & Erten, E. E. (2024). Implementation and evaluation of the SBAR Communication Model in Nursing handover by Pediatric surgery nurses. Journal of PeriAnesthesia Nursing, 39(5), 847–852.

Tosunöz, İ. K., & Aydınlı, A. (2025). Nurses’ perceptions of the effectiveness of handover practices, influencing factors and perceived barriers: A descriptive cross-sectional study of medical and surgical nurses. Collegian, 32(4), 242–249.

Yetti, K., Dewi, N. A., Wigiarti, S. H., & Warashati, D. (2021). Nursing handover in the Indonesian hospital context: Structure, process, and barriers. Belitung Nursing Journal, 7(2), 113.

Yun, J., Lee, Y. J., Kang, K., & Park, J. (2023). Effectiveness of SBAR-based simulation programs for nursing students: a systematic review. BMC Medical Education, 23(1), 507.

Downloads

Published

30-06-2026

How to Cite

Noyumala, N., Nurnainah, N., & Rana, K. (2026). Peran Self-Efficacy Dalam Pelaksanaan Komunikasi SBAR Perawat Di RSUD Labuang Baji Makassar. Jurnal Berita Kesehatan, 19(1), 27–36. https://doi.org/10.58294/jbk.v19i1.375

Issue

Section

Artikel