HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF EFFICACY MENYUSUI PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMAJANG KOTA MAKASSAR

https://doi.org/10.58294/jbk.v14i2.83

Penulis

  • Andi Tenri Abeng Fakultas Kesehatan Masyarakat Program Studi Diploma Tiga Kebidanan, Universitas Muslim Indonesia
  • Andi Wahyuni Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gema Insan Akademik

Kata Kunci

pengetahuan dukungan keluarga self eficcacy menyusui knowledge family support breasfeeding self efficacy

Abstrak

Self Efficacy ibu menyusui menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi pemberian ASI. Menyusui merupakan suatu cara yang tidak ada duanya dalam memberikan makanan yang ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan yang sehat, serta kesehatan ibu dan bayi dapat mempererat ikatan batin antara ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Self Efficacy Menyusui Pada Ibu Primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Mamajang Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas primipara yang sudah melahirkan di ruang bersalin mamajang sejumlah 68 orang, diperoleh sampel sebanyak 41 responden dengan teknik Pengambilan sampel Non Probability Sampling yaitu teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan analisis bivariat dengan uji Chi-Square diperoleh p (0,000) < α (0,05) maka disimpulkan hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif  diterima yaitu ada hubungan pengetahaun dengan Self Efficacy menyusuil. Hasil penelitian dapat dilihat dari hasil uji Chi-Square diperoleh p (0,001) < α (0,05) maka disimpulkan hipotesis no ditolak dan hipotesis alternatif  diterima yaitu ada hubungan dukungan keluarga dengan Self Efficacy menyusui. Dari hasil penelitian diharapkan bagi masyarakat khususnya keluarga dalam memberikan dukungan, dalam keluarganya terutama  suami, orang tua membantu ibu agar bisa menyusui dengan nyaman sehingga ASI yang dihasilkan maksimal

Referensi

Bandura, A., & Watts, R. E. (1996). Self-efficacy in changing societies

Dennis, C. L. (2003). The breastfeeding self‐fficacy scale: Psychometric assessment of the short form. Journal of Obstetric, Gynecologic, & Neonatal Nursing, 32(6), 734-744.

Guil, M., & Pollard, D. (2009). The Relationship between Baseline Sel-Efficacy and Breastfeeding Duration. Southern Online Journal of Nursing Research, 9(4), 499-450.

Indonesia, P. R. (2012). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 33 tahun 2012 tentang pemberian air susu ibu eksklusif

Kemenkes, R. I. (2015). Profil kesehatan Indonesia tahun 2014. Jakarta: kemenkes RI, 2015.

Notoadmodjo, S. (2012). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta:PT.Rineka Cipta.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2014). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan: Jakarta.

Suharjo & Kusharto, C. (2010). Prinsip-prinsip Ilmu Gizi.

Sul-Sel, D. (2014). Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014. Makassar: Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan.

Roesli, U. (2009). Seri 1 Mengenal ASI Eksklusif. Jakarta: Trubus Agriwidya.

World Health Organization. (2014). Global nutrition targets 2025: breastfeeding policy brief (No. WHO/NMH/NHD/14.7). World Health Organization.

WHO. (2014). The Optimal Duration of Exclusive Breastfeeding. Report of an Expert Counsultation.

Unduhan

Diterbitkan

30-12-2021

Cara Mengutip

Abeng, A. T., & Wahyuni, A. (2021). HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF EFFICACY MENYUSUI PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMAJANG KOTA MAKASSAR. Jurnal Berita Kesehatan, 14(2). https://doi.org/10.58294/jbk.v14i2.83

Terbitan

Bagian

Artikel