Education about Hot flushes in Perimenopausal Women

Authors

  • Syarifah Sahirah Universitas Mega Buana Palopo
  • Ummu Kalsum Universitas Mega Buana Palopo
  • Andi Mustika Fadillah Rizki Universitas Mega Buana Palopo

DOI:

https://doi.org/10.58294/jpmgs.v2i2.163

Keywords:

Hot Flashes, Edukasi Kesehatan, Premenopause

Abstract

Premenopause merupakan bagian proses penuaan alami wanita, yang ditandai dengan penurunan produksi estrogen ovarium yang biasanya timbul pada umur 50 tahun. Perimenopause adalah fase peralihan antara pramenopause dan pascamenopause. Beberapa wanita pada fase ini tampak keluhan vasomotorik dan keluhan sindrom premenstrual. Wanita pada masa menopause akan mengalami penurunan hormon estrogen dan hormon progesteron. Hal itu memicu terjadinya Hot flashes yang ditandai dengan merasa panas dari wajah hingga ke dada berkeringat pada malam hari, daya ingat mulai menurun,(insomnia), depresi dan merasa mudah Lelah. Pencegahan hot flashes bisa dilakukan dengan terapi biologis seperti mengkonsumsi susu kedelai atau tempe kukus, melakukan senam, serta terapi tertawa. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mengembangkan wawasan Masyarakat melalui program penyuluhan edukasi dengan melakukan upaya  preventif dan promotif dalam mencegah dan mengatasi hot flashes pada ibu Premenopause. Metode penyuluhan kegiatan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, tanya jawab dan diskusi dengan powerpoint dan leaftlet. Evaluasi dilakukan dalam bentuk lisan dengan tanya jawab serta melihat antusias peserta pada saat kegiatan berlangsung.

References

Atika, M., & Arisanti, Z. (2022). Pengaruh Pemberian Olahan Kedelai ( Glycinemax ( L .) Merill ) Dalam Mengurangi Gejala Menopause Pada Wanita Menopouse. 6(April)

BPS Indonesia. (2022). Perempuan dan Laki-laki di Indonesia 2022

BPS Provinsi Sulawesi Selata.(2020). Perempuan dan laki-laki di Sulawesi selatan 2020

Ervina, M. S., & Wajudy, D. (2020). Scoping Review : Pengaruh Pemberian Sediaan Kacang Kedelai terhadap Gejala Hot Flushes pada Pasien Menopause. 430– 435.

Fawwaz, D. (2017). Kadar Isoflavon Aglikon pada Ekstrak Susu Kedelai dan Tempe. Tekhnologi Dan Managemen Agroindustri, 6(3), 152–158

Haryono Rudi. Siap Menghadapai Menghadapai Menstruasi Menstruasi dan Menopause. Menopause. Yogyakarta: Yogyakarta: Gosyen Publishing; 2016. 84 p.

Kemenkes RI. 2018. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2018. Jakarta

Nova, E. R., Veronica, S. Y., Sanjaya, R., & Sagita, Y. D. (2021). Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Penurunan Gejala Hot Flush pada Wanita menopouse. 1(2), 45– 50. https://doi.org/10.47679/jchs.20217

Puspitasari, B. (2020). Hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan wanita premenopause dalam menghadapi masa menopause. 9(2), 115–119.

Proverawati. 2019. Menopause Dan Sindrome Premenopause. Yogyakarta: Nuha Medika.

Pusat data dan Informasi Kesehatan RI, 2013

Sulung, N., & Novradayanti, N. (2019). Pengaruh Pemberian Olahan Tempe Kukus Terhadap Gejala Hot Flashes Pada Ibu Menopause. 00, 496–506.

Wari, E. (2017). Kecemasan Ibu Dalam Menghadapi Perubahan Fisik Masa Menopause Di Desa Sambung Rejo Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo. Hospital Majapahit (Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan Majapahit Mojokerto), 9(1). https://doi.org/10.5281/ZENODO.3514514

Downloads

Published

24-05-2024

How to Cite

Sahirah, S., Kalsum, U., & Rizki, A. M. F. . (2024). Education about Hot flushes in Perimenopausal Women. Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari, 2(2), 16–24. https://doi.org/10.58294/jpmgs.v2i2.163

Issue

Section

Article