Studi Penerapan Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Dengan Ikterus Fisiologis
DOI:
https://doi.org/10.58294/jbk.v16i1.121Keywords:
Bayi Iktrerus FisiologisAbstract
Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate) adalah merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat karena dapat mencerminkan tingkat pembangunan kesehatan dari suatu Negara serta kualitas hidup masyarakat sehingga dapat digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi program serta kebijakan kependudukan kesehatan. Angka kematian bayi dapat didefenisikan sebagai kematian yang terjadi setelah bayi lahir sampai belum berusia tepat satu tahun. Ikterus fisiologis pada neonatus adalah keadaan transisional bersifat normal yang menyebabkan hingga 50% bayi aterm yang mengalami peningkatan progresif kadar bilirubin yang tidak terkonjugasi dan terjadi ikterus pada hari ke tiga. Ikterus yang sifatnya fisiologis tidak nampak jika bayi belum berusia 24 jam setelah lahir. Ikterus ini biasanya akan menghilang pada saat bayi berusia satu minggu serta kadar bilirubin dalam tubuhnya tidak meningkat atau tidak melebihi dari 200-215 mol/L (12 –13 MG/DL). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada bayi yang mengalami ikterus fisiologis. Bahan dan metode yang digunakan dalam kasus ini adalah pendekatan asuhan kebidanan dilakukan dengan cara meneiliti suatu permasalahan melalui suatu kasus dalam bentuk bentuk pengkajian data subjektif, Objektif, Analisa dan penetalaksanaan.. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu berupa wawancara/anamnesa, Observasi, Pemeriksaan Fisik dan Pemeriksaan penunjagn serta Dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah dengan memberikan ASI secara on deman terhadap bayi maka penyakit ikterus yang dialami oleh bayi dapat menurunkan kadar bilirubin dalam darah.
References
Inge’ Devita Fatma, dkk. 2021. Faktor Resiko Kejadian Ikterus Pada Bayi Baru Lahir. Journal Well Being Volume 6 No.2, 2021, Halaman 122-130 ISSN 24772704 (print) eISSN 26157519
Siskawati Umar, dkk.2021. Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini Terhadap Ikterus Neonatorum. Kampurui Jurnal Kesehatan Masayarakat. e-ISSN: 2549-6654
Vicha Mardianti,dkk. 2022. Air Susu Ibu Mencegah Ikterus Pada Neonatus Dini : Evidence Based Case Report (EBC). Jurnal Kesehatan Siliwangi. https://doi.org/10.34011/jks.v3i2.1209
Delvi Dasnur dan Ira Mulya Sari.2018. Hubungan Frekuensi Pemberian Asi Terhadap Kejadian Ikterus Fisiologis Pada Bayi Baru Lahir Di Semen Padang Hospital
Sri Ilawati dan Novi Susanti.2022. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Pencegahan Ikterus Fisiologis Pada Bayi Usia 0-14 Hari Dusun I Desa Sei Mencirim.
Wafi Nur Muslihatun. 2020. Asuhan Neonates Bayi Dan Balita. Yogyakarta. Fitramaya.
Kosim, M.Sholeh. Buku Panduan Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir Untuk Dokter, Bidan dan Perawat di Rumah Sakit. IDAI
Atika Dan Pongki.2016. Asuhan Kebidanan Pada Neonates, Bayi, Balita Dan Anak Pra Sekolah. CV.Trans Info Media.Jakarta.
Yeyeh dan lia.2019. Asuhan Kebidanan Pada Neonates, Bayi, Balita Dan Anak Pra Sekolah. CV.Trans Info Media. Jakarta
Saifuddin. 2018. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta. YBPSP
Nirwana, dkk. 2022. Hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Fisiologis Pada Bayi Baru Lahir Di RSKDIA Pertiwi Makassar. JURNAL JRIK Vol 2 No. 3 (November 2022) – E-ISSN : 2827-9220 P-ISSN : 2827-9247
Subekti, Nike Bushi, Karyuni, Pamilih Eko, Meiliya, Eny, & Utama, Yohanes Duta Kurnia. (2020). Buku Saku Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir: Panduan Untuk Dokter, Perawat, & Bidan. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Sumiyati, Niar Niar, Ariani Ariani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.






