Karakteristik Penderita Cedera Kepala

Authors

  • Elsawati Bodolo Poltekkes Kemenkes Palu, Indonesia
  • Dg Mangemba Poltekkes Kemenkes Palu, Indonesia
  • Dian Kurniasari Yuwono Poltekkes Kemenkes Palu, Indonesia
  • Nitro Galenzo Poltekkes Kemenkes Palu, Indonesia
  • Sukmawati Sukmawati Poltekkes Kemenkes Palu, Indonesia
  • Nurarifah Nurarifah Poltekkes Kemenkes Palu, Indonesia
  • Alfrida Semuel Ra’bung Poltekkes Kemenkes Palu, Indonesia
  • Djadid Subchan Poltekkes Kemenkes Palu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58294/jbk.v16i1.120

Keywords:

Karakteristik, Cedera Kepala, RSUD Kabupaten Banggai

Abstract

Cedera kepala merupakan cedera mekanis dalam kepala, itu dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung
dan selanjutnya dapat mengganggu fungsi saraf, fisik, kognitif, dan psikososial baik sementara maupun permanen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita cedera kepala di UPT Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Banggai. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian retrospektif
menggunakan data sekunder rekam medis yang dilakukan di UPT Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banggai
pada periode Januari – Desember 2022 Populasi penelitian ini adalah berjumlah 70 penderita cedera kepala di UPT
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banggai.Dari penelitian ini penderita cedera kepala di UPT Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Banggai tahun 2022 memiliki distribusi terbanyak pada jenis kelamin laki-laki 38 orang
(54,3%), pada kelompok usia terbanyak adalah remaja awal 12 orang (17,1%), pada tingkat pendidikan paling
terbanyak adalah SMA/MA 21 orang (30,0%), pada tingkat pekerjaan paling terbanyak adalah pelajar 17 orang
(24,3%), penyebab terbanyak adalah kecelakaan lalu lintas 37 orang (52,9%), dan tingkat keparahan berdasarkan
nilai glasgow coma scale (GCS) paling terbanyak adalah cedera kepala ringan 64 orang (91,4%).Penelitian ini
memperlihatkan tingginya prevelensi cedera kepala pada laki-laki dibandingkan perempuan dan didominasi oleh
kelompok usia remaja awal, serta dilihat dari pekerjaan yang terbanyak adalah pelajar dan IRT. Penyebab
terbanyak adalah kecelakaan lalu lintas. Cedera kepala ringan memiliki frekuensi tertinggi dibanding dengan
tingkat keparahan lainnya.Tingginya prevelensi cedera kepala yang di akibatkan oleh kecelakaan dan pada
kelompok usia remaja dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah setempat untuk lebih memerhatikan
kesadaran keamanan berkendara bagi masyarakat.

References

Laila (2021) ‘Distribusi cedera kepala akibat kecelakaan lalu lintas’, Jurnal sains riset, 11(2), p. 3. Available at: https://doi.org/10.47647/jsr.v10i12.

Laila, S. et al. (2021) ‘Prevalensi Cedera Kepala Pasca Kecelakaan Lalu Lintas Di RSUD Meuraxa Banda Aceh’, Jurnal Sains Riset |, 11(2), p. 329. Available at: https://doi.org/10.47647/jsr.v10i12.

Lisnawati, L. (2012) ‘Relation Between Cognitive Test Score For Delirium (CTD) and Outcome Based on Glasgow Outcome Scale (GOS) on Mild-Moderate Closed Head Injury Patients’, Jurnal Kesehatan, 2(2), pp. 163–170. Available at: http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/9618.

Milankov, M. (2019) ‘European Safe Community Network’, Journal of Injury and Violence Research, 11(2), p. 184. Available at: https://doi.org/10.5249/jivr.v11i2.1333.

NHS (2018) ‘National Health Service’, Jurnal Nasional [Preprint]. Available at: http://www.nhs.uk./condition/severe-head-injury.

Putra, M.B. (2019) ‘Karakteristik pasien cedera kepala di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umbu Rara Meha Waingapu periode 1 Januari 2017 – 31 Desember 2018’, Intisari Sains Medis, 10(2), pp. 511–515. Available at: https://doi.org/10.15562/ism.v10i2.435.

Rawis, M.L., Lalenoh, D.C. and Kumaat, L.T. (2016) ‘Profil pasien cedera kepala sedang dan berat yang dirawat di ICU dan HCU’, e-CliniC, 4(2), pp. 1–8. Available at: https://doi.org/10.35790/ecl.4.2.2016.14481.

Siahaya, N. et al. (2020) ‘Prevelensi kasus cedera kepala berdasarkan klasifikasi derajat keparahannya pada pasien rawat inap di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon pada tahun 2018’, Molucca Medica, 12(2), pp. 14–22. Available at: https://doi.org/10.30598/molmed.2020.v13.i2.14.

Simanjuntak, F., Ngantung, D.J. and Mahama, C.N. (2015) ‘Gambaran Pasien Cedera Kepala Di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2013 - Desember 2013’, e-CliniC, 3(1), pp. 354–357. Available at: https://doi.org/10.35790/ecl.3.1.2015.7129.

Stefie (2013) ‘Manfaat helm dalam mencegah kematian akibat cedera kepala pada kecelakaan lalu lintas’, Jurnal Biomedik, 5(1), pp. 29–36. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.35790/jbm.5.1.2013.2603.

Sutrisno, E. (2018) ‘Hubungan Ketetapan Waktu Tanggap Perawat dengan Keberhasilan Penanganan Kasus Cedera Kepala Di Instalansi gawat Darurat RSUD Panembahan Bantul’, Jurnal Keperawatan, pp. 1–18. Available at: http://digilib.unisayogya.ac.id/3938/.

Trisnawati (2017) ‘Hubungan cedera kepala dengan disorientasi pada pasien kecelakaan lalu lintas di IGD RS Bhayangkara Manado’, Jurnal Keperawatan, 5(1), pp. 149–200. Available at: https://www.neliti.com/publications/111796/hubungan-cedera-kepala-dengan-disorientasi-pada-pasien-kecelakaan-lalu-lintas-di.

WHO (2018) ‘World Health Organization’, Jurnal Internasional [Preprint]. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/fa.

Downloads

Published

27-06-2023

How to Cite

Bodolo, E., Mangemba, D. ., Yuwono, D. K. ., Galenzo, N. ., Sukmawati, S., Nurarifah, N., Ra’bung, A. S. ., & Subchan, D. . (2023). Karakteristik Penderita Cedera Kepala. Jurnal Berita Kesehatan, 16(1), 38–44. https://doi.org/10.58294/jbk.v16i1.120

Issue

Section

Artikel