Hubungan Imunisasi Dasar Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan

Authors

  • Ni Wayan Junianti Sarjana Terapan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia.
  • Asep Arifin Senjaya Sarjana Terapan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia.
  • Ni Luh Putu Sri Erawati Sarjana Terapan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia.

Keywords:

Toddlers, Basic Immunization, Growth Disorder

Abstract

Stunting memberikan efek jangka panjang dan pendek kepada bayi. Faktor langsung yang menyebabkan stunting yaitu asupan makanan yang masih kurang dan adanya suatu penyakit infeksi. Infeksi bisa disebabkan karena bayi tidak mendapatkan imnisasi lengkap sehingga menyebabkan terganggunya tumbuh kembang bayi. Tujuan penelitian mengetahui hubungan imunisasi dasar dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas Nusa Penida III. Jenis penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 56 orang yang diambil secara purposive sampling, analisa dengan rank spearman. Hasil penelitian 91,1% balita mendapatkan imunisasi dasar lengkap, balita sangat pendek 3,6%, pendek 8,9%. balita yang mendapatkan imunisasi dasar namun tidak lengkap, dengan kondisi sangat pendek sebanyak 2 orang (40%) dan pendek 2 orang (40%). Namun didapati 3 balita (3,9%) dengan kondisi pendek walaupun telah mendapat imunisasi dasar lengkap.  Kesimpulan berarti ada hubungan antara imunisasai dasar dengan stunting pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Nusa Penida III. Kepada orang tua yang memilik Balita agar memberikan imunisasi lengkap kepada bayinya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah stunting dan kepada tenaga kesehatan perlu bekerjasama dengan tokoh mayarakat dan kader untuk melakukan sweeping terhadap balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

References

Adriani, M. dan Wirjatmadi, B. 2016. Peranan Gizi Dalam Siklus Kehidupan. Cetakan ke 3. Jakarta. Prenadamedia.

Aprilia D. dan Tono S.F. 2023. Pengaruh Status Imunisasi Dasar Terhadap Kejadian Stunting Dan Gangguan Perkembangan Balita. Stikes Willian Booth.

Agustia. Nurdinrahman dan Hermiyanty. 2018. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Wilayah Tambang Poboya, Kota Palu. Ghidza. Vol 2. No. 2

BKKBN. 2023. Standar Data Pemutakhiran, Verifikasi dan Validasi Data Kelurga Beresiko Stuntung. Jakarta. BKKBN

Dinas Kesehatan Klungkung. 2023. Profil Kesehatan. Klungkung.

Gladys. 2017. Pertumbuhan, Perkembangan Dan Kematangan Individu. Society. Vol.12 No. 21.

Mardianti Dan Farida. 2020..Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Desa Rengasdengklok Selatan Kabupaten Karawang. Kebidanan Indonesia. Vol.11 No. 1.

Kemenkes. 2022. Kemenkes No HK.01.07/MENKES/1928/2022. Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting.

Kemenkes. 2018. Mengenal Stunting dan Gizi Buruk. Penyebab, Gejala, Dan Mencegah. https://promkes.kemkes.go.id/?p=8486.

Tarigan, I. (2017). Kajian Kebijakan Dan Penanggulangan. Masalah Gizi Stunting Di Indonesia Policy Analysis On Stunting Prevention.

Sutriyawan, Ratna Dian Kurniawati, Sri Rahayu, Julius Habibi, Hubungan Status Imunisasi Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita: Studi Retrospektif , Journal Of Midwifery: Vol 8 No 2 (2020)

Wanda, Elba, Sudanti Dan Rinawan. 2021. Riwayat Status Imunisasi Dasar Berhubungan Dengan Kejadian Balita Stunting. Himalayati. Vol. 7. No.4

WHO.2021.Child Growth Standart, World Health Organization (WHO). Available at: https://www.who.int/tools/child-growth-standards, diakses pada tanggal 7 September 2023.

Vasera dan Kurniawan. 2023. Hubungan Pemberian Imunisasi Dengan Kejadian Anak Stunting Di Puskesmas Sungai Aur Pasaman Barat Tahun 2021. Sainsdan Teknologi Medik. Vol.6. No.

Downloads

Published

05-07-2025

How to Cite

Junianti, N. W., Senjaya, A. A. ., & Erawati, N. L. P. S. . (2025). Hubungan Imunisasi Dasar Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan. Jurnal Berita Kesehatan, 18(1), 278–287. Retrieved from https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/273

Most read articles by the same author(s)