Pengaruh Diaphragmatic Breathing Exercise Terhadap Peningkatan Forced Expiratory Volume In One Second (FEV1) Pada Mahasiswa Perokok Aktif Di Kota Malang

Penulis

  • Apliana Rambu Dulu Mosa Departemen Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • Ali Multazam Departemen Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • Arys Hasta Baruna Departemen Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

Abstrak

Merokok dapat berdampak pada penurunan fungsi paru baik dari volume paru maupun kapasitas paru, FEV₁ merupakan parameter penting dalam pengukuran fungsi paru-paru karna mengukur volume udara yang bisa dikeluarkan secara paksa dalam 1 detik pertama. Fungsi utama FEV₁ adalah untuk menilai saluran pernapasan dalam paru-paru, yang dapat memberikan informasi tentang fungsi paru-paru secara keseluruhan. Salah satu cara untuk meningkatkan FEV₁ adalah dengan exercises, salah satu jenis exercises yang biasa digunakan atau bisa dilakukan adalah Diaphragmathic breathing exercise. Diaphragmathic breathing exercise adalah teknik pernapasan yang melibatkan kontraksi otot diafragma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh diafrgama breathing exercise terhadap forced exipatory volume in one second (FEV₁) pada perokok aktif di kota malang. Metode penelitian ini merupakan Quasi Eksperimental menggunakan desain one group pre-test-post-test. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa perokok aktif di komunitas hipma solapora malang yang memenuhi kriteria. Pengumpulan data dilakukan pengukuran FEV₁ dengan menggunakan Spirometer dan analisis statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini, nilai signifikan yang diperoleh sebesar menggunakan uji wilcoxon signed rank test 000 ini kurang dari p<0,05 yang berarti hipotesis adanya pengaruh pemberian Diaphragmathic breathing exercise terhadap FEV₁ pada mahasiswa perokok di komunitas hipma solapora malang. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh diafragma breathing eercise terhadap peningkatan Forced Exipatori In One Second (FEV1)

Referensi

Abidin, G. M., Amarseto, B., & Astriyana, S. (2024). Hubungan Jumlah Konsumsi Rokok Terhadap Nilai Forced Expiratory Volume In 1 Second ( Fev1 ). 8(6), 600–604.

Almaidah, F., Khairunnisa, S., Sari, I. P., Chrisna, C. D., Firdaus, A., Kamiliya, Z. H., Williantari, N. P., Akbar, A. N. M., Pratiwi, L. P. A., Nurhasanah, K., & Prihhastuti, P. H. (2021). Survei Faktor Penyebab Perokok Remaja Mempertahankan Perilaku Merokok. Jurnal Farmasi Komunitas, vol 8, No, 20–26.

Farrasti, A. N., Oktiani, B. W., & Utami, J. P. (2022). Hubungan Antara Lama Merokok Dan Jumlah Rokok Yang Dikonsumsi Per Hari Terhadap Timbulnya Smoker’s Melanosis (Literature Review). Dentin, 6(1), 6–12. https://doi.org/10.20527/dentin.v6i1.6227

Handayani, L. (2023). Description of Smoking Habit among Adults in Indonesia: Finding of Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021. Jurnal Wawasan Promosi Kesehatan, 3(4), 193–198.

Hutapea, M. D. S. (2013). Perbandingan Fev1 (Forced Expiratory Volume In One Second) Pada Yang Aktif Dan Tidak Aktif Berolahraga Mahasiswa. Ejournal.Unsrat.Ac.Id, Vol 1, No, 2–3. https://doi.org/https://doi.org/10.35790/ecl.v1i1.3299

J.Lofrese, J., Tupper, C., Denault, D., & L.Lappin, S. (2023). Physiologi, Residual Volume. National Library Of Medicine.

Julianto, F. (2025). Peran Orang Tua dalam Mencegah Paparan Asap Rokok pada Anak Usia Dini Farhan Julianto dikaitkan dengan Zed ( 2008 ). yang mendefinisikan studi literatur sebagai serangkaian kegiatan. Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan Dan Bahasa, 4.

Kayana, N. A., Susilo, C., & Sugiharto, A. S. (2019). Efektifitas Diafragma Breathing Terhadap Peningkatan Mobilitas Fisik Pada Asuhan Keperawatan Pasien PPOK Di IRNA 1-3 RSD dr. Soebandi Jember. Jurnal Ilmu Kesehatan, 27, 99.

M. Nur, Y., Husna, N., & Rosmanidar, R. (2022). Hubungan Pengetahuan tentang Bahaya Merokok dengan Perilaku Merokok Siswa SMP Negeri 2 Lubuk Alung. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 11(1), 116. https://doi.org/10.36565/jab.v11i1.507

Nisa, K., Sisharti, L., & Adityo, M. F. (2015). Pengaruh Kebiasaan Merokok Terhadap Fungsi Paru Pada Pegawai Pria Di Gedung Rektorat Universitas Lampung. Juke Unila, Vol 5 No 9, 38–42.

Nuari, N. A. (2023). Peningkatan Kapasitas Paru Dengan Metode Ballon Blowing Relaxation Pada Perokok Aktif. Jurnal Kesehatan, Vol 11 no, 139–147.

Paramita, I. A. P., Ani, L. S., & Ariastuti, N. L. P. (2020). Tingkat pengetahuan sikap, sikap dan perilaku merokok dan mengkonsumsi alkohol Mahasiswa kedokteran Udayana. Jurnal Medika Udayana, VOL. 9 NO.(34–41).

Putri, I. D. A. J., Wibawa, A., Primayanti, I. D. A. I., & Wiryanthini, I. A. D. (2017). Deep Breathing Exercise Lebih Efektif Daripada Diaphragmatic Breathing Exercise Dalam Meningkatkan Kapasitas Vital Paru Pada Lansia Di Banjar Kedaton, Desa Tonja, Kecamatan Denpasar Timur. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, vol 5, no, 13–15.

Rifa, A., Supeni Edi, S., Jurusan Fisika, S., & Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, F. (2013). Aplikasi Sensor Tekanan Gas MPX5100 Dalam Alat Ukur Kapasitas Vital Paru-Paru. Unnes Physics Journal, 2(1), 18–23.

Riwu, S. Y. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Peran Keluarga Tentang Bahaya Merokok dengan Perilaku Merokok Siswa Kelas XI di SMA N 2 Kupang. Vanchapo Health Science Journal, 2, Number.

Septiwi, C. (2013). Pengaruh Breathing Exercise Terhadap Level Fatigue Pasien Hemodialisis Di Rspad Gatot Subroto Jakarta Cahyu. Clinical Pharmacology and Therapeutics, 61(2), 190.

Sitoresmi, G. M. (2015). Pengaruh Asap Rokok Tehadap Resistansi Saluran Pernafasan Pada Perokok Aktif Dan Bukan Perokok. Universitas Satya Wacana Institutional Repository, 1–33.

Suryawati, I., & Gani, A. (2022). Analisis Faktor Penyebab Perilaku Merokok. Jurnal Keperawatan Silampari, 6, 497–505.

Diterbitkan

04-06-2025

Cara Mengutip

Apliana Rambu Dulu Mosa, Multazam, A., & Baruna, A. H. (2025). Pengaruh Diaphragmatic Breathing Exercise Terhadap Peningkatan Forced Expiratory Volume In One Second (FEV1) Pada Mahasiswa Perokok Aktif Di Kota Malang . Jurnal Berita Kesehatan, 18(1), 10–18. Diambil dari https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/JBK/article/view/225

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama