Optimalisasi Peran Kader Kesehatan melalui Pelatihan Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin, dan Sugestif untuk Mendukung ASI Eksklusif Berbasis Komunitas
DOI:
https://doi.org/10.58294/jpmgs.v4i1.353Keywords:
Pijat Endorphin, ASI eksklusif, Komunitas, Oksitosin, SugestifAbstract
Pemberian ASI eksklusif masih menghadapi berbagai tantangan di tingkat komunitas, termasuk keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mendukung ibu menyusui melalui pendekatan nonfarmakologis. Pemberdayaan kader kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif melalui penerapan terapi komplementer yang aman dan mudah diaplikasikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan melalui pelatihan stimulasi pijat endorphin, oksitosin, dan sugestif sebagai terapi komplementer berbasis komunitas dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung kepada kader kesehatan, disertai evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan serta keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan kader kesehatan dari 15% pada pre-test menjadi 97% pada post-test, serta peningkatan keterampilan dari 5% menjadi 98% setelah pelatihan. Kader kesehatan mampu memahami konsep terapi komplementer dan mempraktikkan teknik stimulasi pijat endorphin, oksitosin, dan sugestif secara benar dan mandiri. Pelatihan ini meningkatkan kesiapan kader dalam mendampingi ibu menyusui di komunitas. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader kesehatan melalui pelatihan terapi komplementer berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan berpotensi mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
References
Field, T. (2017). Massage therapy research review. Complementary Therapies in Clinical Practice, 24, 19–31. https://doi.org/10.1016/j.ctcp.2016.04.005
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Lestari, D., & Suryani, E. (2020). Peran kader kesehatan dalam keberhasilan ASI eksklusif di wilayah pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123–130.
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Roesli, U. (2019). Mengenal ASI eksklusif. Jakarta: Trubus Agriwidya.
Uvnas-Moberg, K., Ekström-Bergström, A., Berg, M., Buckley, S., Pajalic, Z., Hadjigeorgiou, E., … Dencker, A. (2015). Maternal plasma levels of oxytocin during breastfeeding—A systematic review. PLoS ONE, 10(8), e0135804. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0135804
Victora, C. G., Bahl, R., Barros, A. J. D., França, G. V. A., Horton, S., Krasevec, J., … Rollins, N. C. (2016). Breastfeeding in the 21st century: Epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. The Lancet, 387(10017), 475–490. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(15)01024-7
Widodo, A., Sari, P., & Handayani, L. (2021). Pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(1), 45–52.
World Health Organization. (2023). Infant and young child feeding. Geneva: WHO.
Yuliarti, N. (2018). Keajaiban ASI. Yogyakarta: Andi Offset.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fadlyatul Fajri, Irma Sri Rejeki, Harlina Harlina, Sitti Hardiyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.




